Indah’s Solo-Tawangmangu Trip : Sensasi Naik KA Argo Lawu

Hola gaes! I’m up to here again. Yeaaay. Seneng gaak minceu balik ke sini lagi? Sebagai permulaan kembali ke ‘niche’, aku ingin bercerita tentang pengalamanku naik KA Argo Lawu sewaktu ke Solo bulan Januari kemarin. Ada perasaan yang sulit dilupakan ketika aku menginjakkan kaki di KA ini yang membuat aku harus bercerita kepada kalian #duileh hehehe. So, penasaran dengan ceritaku? Let’s read 🙂

Akhir Januari kemarin aku mendapat rezeki nomplok untuk jalan-jalan ke Solo bareng ayah, ibu, dan keluarga abangku yang ketiga. Ada tradisi yang unik dari keluargaku, yaitu jalan-jalan di bulan Januari/Februari dan bukan di akhir Desember seperti kebanyakan keluarga pada umumnya. Kelebihan dari jalan-jalan bukan di akhir tahun adalah tempat wisata yang tidak terlalu ramai karena kebanyakan orang sudah mengalami krisis di dompet mereka haha.

Solo menjadi pilihan spontan aku dan abangku saat kita lagi wacana untuk jalan-jalan.  Mostly karena abangku ingin nginep (lagi) di hotel yang pernah dia datengin. Hotel itu akhirnya juga jadi tempat nginep kita *masalah hotel di part selanjutnya*. Gak ada special reason. Yaap. Kita berdua random dan random-ku emang nurun dari abangku yang ketiga.

Abis heboh berdua di kamarku, kita langsung menyusun rencana seadanya. Besoknya, abangku nelpon udah booking hotelnya dan aku disuruh booking tiket kereta api. Abangku sendiri pergi naik mobilnya. Dia memang terobsesi untuk tour jawa dengan mobilnya.  Oke, balik lagi ke nasibku. Ngecek situs KA, aku berdiskusi dengan ibuku mau naik kereta apa dan hari apa. Setelah sadar jadwal Fajar Utama dan Senja Utama gak ada yang cocok, aku memutuskan untuk melihat kereta eksekutif.

Melempar tawaran ke ibuku dengan hati-hati, ibuku setuju naik Argo Lawu meskipun aku yakin ibuku sedikit sayang dengan uangnya haha. Ada kereta eksekutif lain yaitu Dwipangga. Namun, kita berdua kapok naik Dwipangga. Jadi pas tau ada Argo Lawu (oke aku basiiii bangeettttt), ibuku menjatuhkan pilihan pada Argo Lawu untuk PP. Apa reaksiku? Histeris! Aku sampe keringetan pas booking (lebay kalee). Aku sejujurnya gak tau Argo Lawu kaya apa, tapi feelingku this train does better than Dwipangga.

Dan bagaimana Argo Lawu Ndah?

Dari semua kereta yang kunaikin, Argo Lawu yang terbaik!  Pelayanan dari crew kereta, jok keretanya, AC-nya, toiletnya, harum selimutnya, dan yang paling aku suka, getaran keretanya yang gak ganas. Fatwa dariku, kalian wajib naik kereta ini kalo ke Solo 🙂

Kalian penasaran untuk naik Argo Lawu? Lihat penampakannya dulu kali ya. Tak kenal maka kenalan.

Exterior

img_20170130_073949-medium

Ini dia penampakan gerbong Argo Lawu. Dari luar udah keren kaan?

img_20170130_074007-medium

Tulisannya ngingetin aku sama Girl on Train.

img_20170130_073934-medium

Aku di gerbong 2

img_20170130_074020-medium

Argo Lawu di Solo Balapan

Itu penampakan Argo Lawu dari luar. Ganteng kaaan? Aku gak tau eksterior Argo Lawu terbuat dari apa, yang jelas bagus aja menurutku. Modern gitu (baru dicat soalnya). Meskipun bekas Jepang mungkin ya haha. Dari luar aja ganteng kaleee gaes. Sekarang, kita tengok yuk dalemnya. Lebih ganteng pastinya.

Ralat : Kata mas nb susanto, trainset yang baru ini murni karya anak bangsa di INKA Madiun. Makasi mas ralatnya 😀

Interior

img_20170130_074055-medium

Gimana? OK OCE banget kaaaannn? Hahaha sayang gak ada bang Sandi disini :p

Ketika aku menginjakkan kaki di dalam kereta ini, aku menganga. Iyaaaaa aku mangap. Aku takjub dan aku seneng sekaleeee. Keretanya baguus gaes. Baguus. Mirip pesawat menurutku hahaha *norak banget ini bocah*. Sebelum rame, aku langsung cekrek-cekrek. Bapak-bapak samping ayahku juga cekrak-cekrek sih hehe. Aku jadi ga malu-malu banget. Aku belum pernah se-takjub itu saat naik kendaraan umum! Aku bahkan langsung pamer ke abang-abangku kalo this time, i chose the right and the best train haha.

Bangku-nya sendiri nyaman gaes. Kalo kata ajudan pribadi, andalan gue lah. Per di jok-nya gak kerasa. Kulit jok-nya halus. Ada sandaran kaki juga di tempat duduknya. Sangat enak dan nyaman untuk yang kakinya panjang kaya aku. Lalu ada bantal yang menjadi saksi bisu senyumku yang terus mengembang selama 8 jam tanpa lelah hahaha. Kocak yak. Norak sih tepatnya.

img_20170130_074124-medium

Penampakan bangku-nya. Sumpaaaah enaaaaaak. Aku seneng banget duduk di sana. Meskipun pegal (juga) pada akhir perjalanan :p

img_20170127_194225-medium

Bahkan space untuk kakiku masih banyak. Ada penyangga kakinya juga. Disediain kantong plastik juga. Entah buat muntah entah buat naro sampah.

Selama perjalanan, aku gak tidur. Pulang pergi. Asumsiku karena aku (terlalu) senang sekaligus kedinginan. Susah tidur kalo di perjalanan emang nature-ku sih sebagai penikmat perjalanan #sadiis. Ditambah lagi getaran di kereta ini gak kerasa. Aku benar-benar too excited to stay awake saat naik kereta ini. Belum lagi kondekturnya ganteng *ini alasan paling nyebelin*iya aku tau*. Kondektur pas aku pergi beneraaan ganteng gaaessss. Jadi lah aku berharap si kondektur mondar mandir di gerbongku dan ada part di diriku untuk melihat doi hahahaha. Daripada kalian ilfil aku cut saja bagian ini ^^v.

Saking gak bisa tidurnya, aku tau stasiun yang disinggahi which are Cirebon – Purwokerto-Kutoarjo-Yogyakarta-Klaten-Solo Balapan. Aku bahkan lumayan inget stasiun kecil yang aku lewatin kaya Kretek dan Larangan. Di beberapa stasiun kecil kereta ini sempet berhenti juga sih sebentar, karena sedang ada pengerjaan penambahan rel. Jadi harus pelan-pelan lewatnya.

img_20170127_231353-medium

Stasiun yang selalu dilewati

Waktu itu aku juga ditemani mas Peter Cavinsky dan mbak Lara Jean. Novel ini cukup membuatku penasaran, jadinya aku baca dan namatin novel ini selama perjalanan pulang-pergi.

img_20170130_144423-medium

Pas pulang.

img_20170127_212745-medium

Pas pergi 😀

Fasilitas

Kereta ini menyediakan bantal, kantong plastik, stop kontak (ini paling essential) dan selimut bila kalian mengadakan perjalanan di malam hari. Meski demikian, aku sangat menyarankan kalian menggunakan jaket karena AC di kereta ini berkerja dengan sangaat baik. It is damn cold! Aku sampe memandang selimut kereta dengan frustasi saking gak bisa tidurnya dan merasa selimut ini gak ampuh. Untuk lampu kereta sendiri dimatikan saat jam 11. Tapi gak gelap-gelap banget sih. Masih bisa lah lirik kanan kiri dan abang kondektur:p

img_20170127_194235_1-medium

Kalo malem dapet selimut. Asik kan?

Masalah toilet perfect. Toiletnya bersih, wangi, dan airnya selalu ada. Saat aku pulang dari Solo, aku buang air kecil di daerah Cikarang dan air masih tersedia. Di dalam toilet juga disediakan pengharum ruangan. Fasilitas toilet KA eksekutif  adalah salah satu hal yang membuat ibuku selalu rela mengeluarkan uang lebih untuk naik kereta eksekutif. Toilet di sini jauh berbeda dengan toilet di kereta ekonomi. Info tambahan, ibuku trauma naik kereta ekonomi karena pernah naik kereta ekonomi, toilet keretanya bau dan kotor. Yaa maklum lah orang tua haha.

Untuk urusan entertainment, di kereta ini disediakan TV yang memutar film anak-anak dan juga iklan-iklan hotel partner KAI. Film anak yang diputar adalah thomas/chugington versi kereta-kereta Indonesia. Aku yakin KAI memutuskan untuk tidak menyetel film barat karena dikhawatirkan ada adegan 18+ hehe. Lagian ga ada yang minat nonton tv di kereta. Jadi, asal berfungsi aja tv-nya. Gak mubazir udah dibeli ^^v

Senyumku selalu makin merekah ketika mendengar lagu yang diputar di tv kereta. Salah satu potongan liriknya adalah “….Tak perlu buru-buru”. Itu lagu mars KAI kayanya. Diputar di tiap KA Eksekutif. Sangat ear-catching di telingaku. Maafkan untuk ketidakjelasankuuu ^^v. Aku beneran senaang untuk cerita ini ke kalian.

Di atas layar TV ada semacam papan berjalan (?) yang menunjukkan detail perjalanan seperti, stasiun selanjutnya, lalu kecepatan kereta, dan ETA (estimation time arrived). Jadi kalian gak harus bertanya kaya Dora “dimana kita sekarang?”. Cukup nengok ke depan, dan kalian tau kalian dimana. Update layarnya cukup akurat kok.

img_20170130_074049-medium

Tapi sayang banget nih. Dari semua fasilitas yang ada, fasilitas makanan yang dijual reska (restoran kereta api), kurang memuaskan. Pas pulang, aku memesan nasi goreng. Sayaang banget nasi goreng yang dijual gak enak. Nasinya keras, hambar, dingin, dan ga enak aja. Jauuh sama rasa nasi goreng KAI yang tahun lalu kuicip di Fajar Utama. Aku harap orang restorasi KAI baca pos ini dan kembali ke resep awal. I miss its fried rice so much 😦

img_20170130_112955-medium

Nasinya keras, rasanya hambar, dan mahal.

img_20160303_113026-medium

Kembalikaaaan rasa yang dulu pernah ada #lah

Kesimpulan

This train is purrfect! Dengan harga 380 ribu, aku rasa aku mendapatkan apa yang aku mau. Aku suka banget sama semuanyaa. Like i said di paragraf atas. Aku saranin kalo ke Solo naik kereta ini. Gak nyesel deh. Apalagi kalo ketemu si kondektur ganteng #mulaikan hahah ^^v.

Ya aku percaya bahwa ada uang ada fasilitas. Emang sih waktu tempuh kereta gak beda jauh sama ekonomi sih gaes, tapi sensasi di keretanya beda. Aku termasuk orang yang menghargai proses, dalam hal ini perjalanan. Kereta ekonomi emang gak beda jauh waktu tempuhnya. Tapi fasilitas di keretanya beda. Aku gak merasa diperlakukan spesial gitu di kereta ekonomi. Beda dengan di sini. Aku merasa spesial bahahaha.

Bukan sombong atau gimana si gaes, tapi untukku, menikmati perjalanan sama pentingnya dengan tiba di tujuan.

Aku juga merasa bahwa aku beranjak tua sepertinya. Aku amat sangat menikmati naik kereta ini gaes. Aku menikmati semua yang kulihat (termasuk ngeliat kondektur :p) dan aku merasa bahagia.

Naik semua kereta eksekutif (kelas argo dan kelas nama-nama binatang) menjadi salah satu mimpiku. Bahkan aku sudah berwacana dan berencana untuk ke Surabaya dengan naik Argo Bromo Anggrek dan pulang naik Sembrani. Aku juga berharap bisa ke Bromo dengan naik Gajayana. Hahaha aamiin ya gaes. Siapa tau dikabulin Allah, meskipun banyak banget keinginannya.

p.s I think my happiness is getting simpler like just sitting on executive train and enjoy the journey. But whatever it is, surely this train is wonderful 🙂

Iklan

8 thoughts on “Indah’s Solo-Tawangmangu Trip : Sensasi Naik KA Argo Lawu

  1. memangnya pengalaman dengan argo dwipangga kenapa mbak? kalo saya malah pas naik argo lawu di masa mudik nggak nyaman blas pas masih pake trainset lawas, lebih enak naik taksaka meski tujuan akhirnya jogja. kemaren njajal dwipangga nggak separah pas naik lawu. memang sih sudah pake rangkaian baru.
    sekarang dwipangga, lawu, bima, gajayana sudah pake trainset seperti ini semua jadi rasanya hampir sama saja. malah enakan trainset lawas lho mbak, yang ini lampunya terlalu terang dan footrestnya nggak bisa ngunci.
    kemarin baca-baca banyak yang merindukan kereta lawas namun diperbaiki dibanding kereta baru ini. :mrgreen:

    Suka

    • tambahan, kereta baru ini murni karya anak bangsa di PT. INKA Madiun mbak. 😀
      btw kalo yang lebih mirip pesawat malah dwipangga lawas, gajayana lawas dan turangga yang kacanya kecil + ada penutup bagasi. 😀

      Suka

    • Gak enaaaak maaaas. Bangkunya kaya udah rusak. Aku sial aja kali ya dapetnya bangku rusak gitu. Menurutku, getarannya lebih moderate Lawu. Lebih kalem. Waktu naik Dwipangga kasar menurutku haha. Pengaruh kursi juga kali ya. Mungkin Dwipangga yang sekarang gak kaya yang tahun lalu kucoba. Lebih nyaman.

      Lampunya terlalu terang ya? Haha iyasih. Pas dimatiin aja aku tetep bisa baca novel. Tapi aku tetep suka *norak*.

      Emang mas pas naik lawu kenapa? Oh iya ini buatan INKA? Wah harus aku revisi. Makasi mas infro nya hehe.

      Suka

      • terlalu terang mbak kalo mau tidur susah.. 😆 padahal kalo dibuat redup kan lebih enak toh sudah ada lampu baca..
        pas naik lawu goncangannya naudzubillah mbak.. pas mudik itu lawu masih pake kereta lama.. bbrp bulan kemudian duo argo solo itu pake kereta baru.. jangan-jangan dwipangga yang mbak naiki sama dengan lawu ku ya? karena kedua kereta itu sering tuker rangkaian..
        belum mbak.. masih penasaran sama argo bromo anggrek.. tapi mau kemana lha wong rumahnya jogja.. 😆

        Suka

      • Iyaaa mungkin maas. Aku rasa gituuu. Goncangannya nyari ribuut. Kasaar -_- Makanya aku kapok naik dwipangga yang lama haha. Kayanya sekarang rangkaian kereta baru-baru ya mas. Bagus-bagus haha.

        Haha iya juga yak. Aku penasaran sama argo bromo anggrek. Yang paling mahal di eksekutif kayanya doi deh. Oh iya mas. Kemarin aku liyat bis yogya-sby. Kaya Eka sama Mira hahaha. Kayanya bis-bis itu susah ngerem semua 😅😅😅

        Suka

      • bukan mbak, kereta termahal itu gajayana, lha tarif jakarta-jogja aja 430k.. kalo jakarta-malang kena 535 sama dengan bima sih.. kemaren mau naik kereta itu tp kok rangkaiannya sama dengan yang lain.. nggak jadi deh.. 😆
        ekamira dan sumbergrup bisa ngerem kalo ada penumpang di pinggir jalan selain antara terminal jog-solo.. selain itu gaspol.. :mrgreen:

        Suka

      • Wahaha iya ternyata setelah aku cek -_- Lebih mahal. Tapi asik kayanya. Haha cuma kalo gak dibayarin mikir juga sih. Harganya 4 x matarmaja hehe

        Iya ngebut mas. Aku histeris ngeliat mereka -_- Keren banget. Cuma aku yakin yang naik rada was-was juga haha

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s