#Indah’s One Day Trip : Jalan-jalan Mainstream di Bogor

[Travel Report] Haloo gaaes 😀 Ciyeee deg-degan yak aku balik lagi kesini *kecup basah*. Alhamdulillah gaes mood-ku untuk nulis udah powered up lagi. Mungkin efek habis nonton Dr.Strange *lah* Om Cumberbatch ganteng anget gaaes. Gak ngebayangin kalo dokter di rumah sakit seganteng doi. Aku yakin BPJS dicabut pemerintah saking banyaknya yang mau berobat (gak juga sih) haha.

Bulan ini sebaiknya kalian sisihkan uang kalian untuk nonton 3 film yang menurutku wajib ditonton, Dr.Strange, Ouija 2, and Fantastic Beast. Dibarengi dengan lanjalan mainstream di Bogor juga ya. Biar pos aku berguna. Kadang aku mikir kapan gitu pos di blog aku ada faedahnya untuk kemaslahatan umat -_-”

Kata mainstream aku gunakan di judulku karena tempat yang aku datengin saat itu memang tempat yang ‘umum’ dikunjungi turis ibukota saat main ke Bogor. Bukan ‘hidden paradise’ atau tempat wisata terpencil yang sulit dikunjungi. Bukan juga tipikal tempat baru hits yang ada di visitbogor. Tempat-tempat ini mudah dikunjungi, sudah melegenda, dan rekomended! Penasaran apa aja tempat mainstreamnya? Check this out!

Perjalanan sehari menjadi turis di Bogor ini aku lakukan beberapa bulan yang lalu. Bulan Juli kalo gak salah, di saat aku masih terjebak euphoria kelulusan dan belum memikirkan tentang masa depan *sekarang juga belum sih*. Kunjungan aku lakukan bersama dengan ibuku, omku, istri omku, dan bude-ku. Waktu itu ibuku (masih) terjebak euphoria kelulusanku dan spontan mentraktir saudara-saudara nya untuk jalan-jalan ke Bogor. Belum terbayang x bulan setelah aku lulus, aku masih belum bekerja hahaha.

85032676

Source : panoramio.com

Sebelum aku mulai membeberkan tentang isi posku, izinkanlah aku mempromosikan alasan kenapa kalian harus datang ke tanah rantauan-ku dulu, Bogor. Semacam ucapan terima kasihku kepada kota termacet kedua di dunia versi Waze ini #lahkok.

Bogor is one of the most suitable city to spend your weekend. Untuk kalian yang bingung mau kemana saat weekend, better you go to Bogor.

Jarak yang hanya 60 km dari Jakarta, merebaknya tempat wisata termasuk wisata kuliner, cuaca dingin-dingin manja untuk kelonan santai, ganteng dan cantiknya mojang jejaka di Bogor-sebut aja Aditya Rachman dan Hamidah Rachmawati sebagai contoh, adalah beberapa alasan mengapa aku merekomendasikan Bogor.

Terlepas MACET-nya yang kadang gak logis. He he he.

angkot1

Macetnya kadang gak logis….source : detik.com

Rasanya kurang afdol kalo kalian warga atau pendatang di Jakarta namun belum pernah menginjakkan kaki di salah satu daerah kekuasaan Prabu Siliwangi ini. Come here to Bogor. Bila nanti kalian akan mengunjungi Bogor untuk kali pertama, insyaalloh pos ini bisa membantu agar tidak tersesat di hati kota ini.

Mulai penjelajahan dengan makan di Kedai Kita :*

Mandatory place. Siapapun kalian yang minta rekomendasi tempat kuliner enak dan asik di Bogor, gak terkecuali Om Benedict, akan aku brain wash untuk mendatangi tempat ini. Termasuk saat om-ku dan ibuku ingin main ke Bogor. Tanpa banyak pertimbangan, langsung aku pilihkan Kedai Kita. Meskipun mostly yang dijual western food, Kedai Kita masih menyediakan plenty traditional food khas Indonesia seperti Soto Buntut, Ikan Nila Bakar, dan beberapa menu tradisional lainnya. Masih tetep cocok untuk orang tua berumur di atas 60 tahun heheh.

img_20160801_121938-medium

Forever crush :*

img_20160801_120633-medium

Mom’s favorit :*

But still, yang aku pesen disini pizza kedai kita. Aku semacam memiliki ikatan terlalu kuat dengan pizza kayu bakar Kedai Kita. Tidak pernah menemukan titik jenuh dengan dirinya.

Ih Ndah kok bahasannya singkat banget sih?

Jangan suudzon duluu. Kedai Kita sudah aku pernah bahas panjang lebar di pos ini. Restoran dengan pembahasan terpanjang yang pernah aku buat hehe. Dibaca pos nya yak. Biar stastisku naik *ngemis pembaca*

Memenuhi hasrat belanja bu-ibu di Terminal Tas Tajur

Setelah makan di Kedai Kita, semua kegiatanku selanjutnya adalah menemani hasrat belanja ibu-ibu. Spot pertama yang didatengin adalah Tajur. Alloh sudah menakdirkan semua wanita di semua kelompok umur menyukai tas. Gak heran tante-tanteku langsung mengharuskan tempat yang dikunjungi selanjutnya adalah Tajur.

Apa itu Tajur Ndah?

Tajur itu sentra (baca : surga) tas gaes. Terdapat beberapa toko yang menjual tas di Tajur, dimana aku yakin setiap toko menjual ribuan tas. Aku gak tau toko yang paling harum namanya seantero Tajur, tapi aku dan rombongan memutuskan untuk belanja di Terminal Tas Tajur. Parkir yang luas dan adanya tukang es duren di depan toko membuat magnet toko ini lebih kencang dibanding toko-toko lain ha ha ha. Cek these out.

img_20160801_130337-medium

Tipikal Bogor weather : mudah hujan

Banyak banget tas yang ada disini. Mulai dari nominal puluhan ribu hingga jutaan. Mulai dari bahan kanvas, faux leather, hingga real leather. Tentu yang jutaan adalah tas kulit asli. Design tas di sini beragam, mostly sama dengan model designer bag. Aku juga melihat beberapa designer bag, sebut saja Prada dan Louis Vuitton di bagian khusus tas kulit. Entah itu asli atau KW.

img_20160801_130657-medium

Jenis tas disini emang lengkap banget. Sayang aku gak berani masuk ke yang khusus tas kulit. Ketaat banget penjagaannya

Menurutku, riskan sekali membuka toko sebesar ini. Dengan banyaknya tas yang dijajakan, aku ragu akan ada rotasi model dan design dengan rutin. No wonder modelnya terkesan kurang up-to-date karena tas yang ada di sini banyak banget while yang beli lebih sedikit dari tas yang dijajakan. Mungkin tas dari 2-3 tahun yang lalu masih ada di sini. Sok tau banget aku ^^v

img_20160801_130730-medium

Ribuan tas. Gak bohooong!

Sewaktu aku ke sini toko sangat sepi. Mungkin karena hari Senin. Entah bagaimana kondisi toko ini saat weekend. Semoga saja ramai. Aku gak bisa ngebayangin tas-tas ini mau dikemanain kalo gak laku sedangkan model tas gampang berubah-ubah sesuai tren fashion dunia.

Untuk harga juga menjadi masalah menurutku. Harga tas di sini a bit pricey. Tidak beda jauh dengan harga di Sogo atau departemen store lain. Aku kira dengan adanya iming-iming sentra harganya menjadi lebih murah, tapi ternyata tidak beda jauh dengan harga tas di departemen store di Jakarta. Sebaiknya hal ini lebih diperhatikan juga oleh pihak manajemen.

img_20160801_131542-medium

Satu-satunya yang menarik perhatianku. Sayang uang lebaran sudah ludes saat itu

Tidak lupa, disini juga dijajakan beragam jenis sepatu. Baik tas maupun sepatu, tidak ada yang aku beli satu pun juga. Hanya kedua tanteku yang beli. Beli yang bahan kanvas biasa tentunya. Meski demikian, aku tetap senang karena berhasil mengambil gambar toko ha ha ha

img_20160801_130047-medium

Ribuan pasang sepatu. Serba ribuaan disini….

Hal mengecewakan lain untukku yaitu saat melihat desain tas  yang dijajakan disini. Kurang original menurutku. Saran, lebih baik sentra tas kulit di Tajur mendesign sendiri tas yang akan dijajakan. Tas kulit merk lokal sedang berkembang pesat kok dan gak kalah sama tas luar negeri. Sebut aja Kaynn Leather, S.RW, Chameo Couture, Ayang Cempaka, dan beberapa merk tas lokal dengan design minimalis. Sudah gak jaman menggunakan tas dengan design-design seperti high end designer bag. Kalo menggunakan REAL designer bag baru beda cerita ^^v

p.s maaf aku sangat kritis soal tas. I am a big fans of handbag

Tren akhir-akhir ini lebih ke arah tas minimalis seperti tas-nya Mansur Gavriel, M2M Maltier, Valextra, dan beberapa minimalist designer bag yang aku lupa. Hahaha gak heran kan aku gak ngeblog-ngeblog? I spend hours kepo-ing designer bags. Gak berguna emang.

Sentra tas kulit favoritku ada disini.

Location : Jl. Raya Tajur No.7, Pakuan, Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat 16134

Jam operasional : 8 am-6 pm

Beberapa kali menemani ibu-ibu jalan-jalan, aku menemukan perbedaan #travelgoal bertween them and teenager/young adult. Perbedaan #travelgoal untuk anak muda dan ibu-ibu adalah apa yang dibawa saat pulang setelah mengunjungi satu tempat wisata.

Untuk anak muda dan baru dewasa, dokumentasi kece, Like di Instagram, dan Love di Path adalah #travelgoal utama. Meskipun ada juga beberapa anak muda yang menjadikan ‘bawa jodoh’ sebagai #travelgoal, tapi aku yakin mereka hanya minoritas.  Gak peduli pas pulang jalan-jalan gak bawa apa-apa, dokumentasi yang bagus dan eksistensi di media sosial sudah lebih dari cukup. To be really honest, #travelgoal Indah Hardiyanti juga kurang lebih seperti itu. Hanya untukku, ada tambahan part “posting di blog” :p

Berbeda jauh dengan para anak-anak muda kekinian (termasuk aku), ibu-ibu paruh baya tidak pernah memedulikan hasil gambarnya tidak sesuai kaidah fotografi yang bagus. Kebanyakan foto mereka (termasuk ibuku) memiliki ciri-ciri blur, miring kanan/kiri, back light, objek yang diambil gak fokus, dan memiliki other major mistakes dalam fotografi. Dokumentasi adalah hal yang paling tidak mereka khawatirkan. Untuk mereka, hal yang paling mereka pedulikan saat jalan-jalan adalah oleh-oleh apa yang dapat mereka beli setelah mengunjungi suatu tempat wisata. Mereka ga akan memedulikan jumlah like, followers, love, atau eksistensi jenis apapun di media sosial. Mereka hanya fokus membeli oleh-oleh untuk diri mereka sendiri dan orang-orang di rumah dan menjadikan hal itu #travelgoal mereka.

Jujur, #travelgoal mereka lebih keren menurut judgement-ku wkwkwk.

Belanja lapis Bogor/ lapis talas Sangkuriang

Tidak lebay rasanya kalo aku bilang Bogor adalah surga untuk ibu-ibu. Selain Tajur, ada beberapa sentra oleh-oleh (baca : penyedot uang) di Bogor. Sentra oleh-oleh kedua yang aku datengin adalah outlet resmi Lapis Bogor Sangkuriang di Jalan Padjajaran.

Seperti namanya, yang dijual disini adalah lapis Bogor Sangkuriang. Ada juga beberapa oleh-oleh khas Bogor lain seperti Rujak Cireng, mochi talas, lumpia Bogor, dan olahan talas lain yang dijajakan di sini. Tidak lupa aneka keluarga Maicih juga menjadi barang dagangan di sini.

Lapis Bogor Sangkuriang atau umumnya dikenal dengan nama lapis talas Sangkuriang, in my offensive opinion adalah salah satu oleh-oleh wajib yang harus kalian beli saat berkunjung/menjadi turis di Bogor.

img_20160801_142632-medium

Memang benar yang pertama dan terbesar 🙂

img_20160801_142902-medium

Gak cum lapis Bogor gaes 🙂

Baidewei, apa sih itu lapis Bogor Ndah? Kok aku sering denger?

Lapis Bogor itu awamnya adalah kue bolu. Inget, mirip kue bolu, bukan kue brownies. Alasan yang membuat namanya lebih ngetop dari Bima Arya adalah beberapa persen tepung terigu yang digunakan sebagai bahan baku, disubtitusi dengan tepung talas. Masyarakat dengan latar belakang non teknologi pangan mana yang gak tertarik mengetahui kue bolu dapat dibuat dari tepung talas haha *belagu*padahal juga bukan*.

img_20160801_142912-medium

Varian rasanya lumayan banyak dan ini yang green tea

img_20160801_142825-medium

Varian favorit aku

Mba Rika/Risa/siapapun ownernya menurutku memiliki kreativitas tingkat tinggi. Owner lapis Bogor ini memanfaatkan talas di Bogor menjadi tepung talas dan mengolah lebih lanjut menjadi kue lapis. Tidak lupa, si owner menjual lapis Bogor ini dengan konsep yang bagus banget menurutku yaitu sebagai oleh-oleh khas Bogor karena Bogor itu identik dengan talas.

Singkatnya, owner meng-elevated level talas dari sekedar umbi menjadi kue.

Benar-benar memberikan added value terhadap lapis talas itu sendiri. Aku aja yang lulusan teknologi industri pertanian, hingga x bulan lulus, belum bisa memberikan nilai tambah ke hidup orang tua ku dan bahan pertanian lain *showeran di kamar mandi*

Lapis Bogor sendiri memiliki beberapa varian. Favoritku yang full talas. Ada anomali di lapis Bogor Sangkuriang ini yang sulit aku jelaskan. Aku bisa memakan keju yang ada di lapis Bogor ini tanpa enek. Aneh kan? Hahaha.

Hal penting lainnya yang harus diinget, lapis Bogor ini enaaaak banget sehingga aku rekomendasikan jadi oleh-oleh wajib khas Bogor

Gak heran juga banyak yang niru lapis Bogor Sangkuriang dengan merk lain. Tetep si, lapis Bogor Sangkuriang yang terbaik di kelasnya 😀 Kalian hati-hati kalo beli. Inget, namanya lapis Bogor Sangkuriang bukan yang lain.

Lokasi : JL. Raya Pajajaran, (Depan Gedung Bale Binarum), Jawa Barat

Jam Operasional : 7 am-9 pm

Daftar Harga :

img_20160801_143022-medium

Baidewei, aku inget pernah bahas tentang lapis Bogor Sangkuriang disini

Selain disini, outlet lain Lapis Bogor Sangkuriang bisa dicek disini http://lapisbogor.co.id/home/

Lanjut belanja oleh-oleh di Jalan Siliwangi

Belum puas menghamburkan uang di Lapis Bogor Sangkuriang, tante-tanteku mengajak ke Jalan Siliwangi. Jalan ini termasuk sentra oleh-oleh paling ngetoooooop di Bogor. Bedanya dengan Lapis Sangkuriang, oleh-oleh  khas Bogor di jalan Siliwangi ini dijual tidak hanya pada satu toko dan lumayan banyak jenisnya. Kebanyakan yang dijual juga bukan pangan olahan melainkan raw food *sok intelek sekali*. Semacam pisang, talas, alpukat, dan sayur juga buah-buah lain. Hanya asinan gedung dalam dan roti unyil venus yang diolah.

img_20160801_135534-medium

Salah satu sudut di jalan Siliwangi. Tempat tukang pisang favorit ibuku

Tidak lebay kalo aku bilang jalan ini tersangka utama penyebab Bogor kalo weekend macetnya ampun-ampunan. Saat weekend, jalan ini seperti pasar. Ramaaaai banget dengan lokasi parkir yang sangat terbatas dan dipenuhi orang-orang yang ingin menghabiskan uang disini. Nama jalan Siliwangi sendiri sudah tidak asing di telinga turis Jakarta dan luar kota lain. Apalagi di telinga ibu-ibu tukang jalan macem ibuku -_-

Penasaran apa aja yang ada disini? Mari di cek

1) Asinan Gedung Dalam

Asinan ini kelasnya ‘Legend’. Berdiri dari aku belum lahir (sumpah males googling tahun berapa), asinan ini wajib dibeli kalo kalian berkunjung ke Bogor saking ngetopnya. Waktu kesini, ibuku gak membeli asinan apapun. Ibuku punya tendensi gak enak sama asinan ini haha. Kata kedua tanteku yang beli sih rasanya enaaak banget. No comment soal rasa ya :p Kalian cobain aja. Banyak review positif tentang asinan ini. Jangan percaya tendensi negatif ibuku.

img_20160801_140140-medium

Dari luar udah legend banget kaan?

img_20160801_140534-medium

Gak ada foto asinannya. Gantinya foto ini aja yak 😛

Sama seperti outlet resmi lapis talas Sangkuriang, disini beberapa orang juga mencoba peruntungan dengan menaruh dagangan mereka di toko Asinan Gedung Dalam. Bahkan ada perdagangan tanaman disini wkwk.

img_20160801_140325-medium

Mencoba peruntungan

Location : Jl. Siliwangi No. 27, Sukasari, Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat 16133

Jam operaional : 9 AM -9 PM

Daftar harga : https://www.zomato.com/id/jakarta/asinan-sedap-gedung-dalam-bogor-bogor-timur/menu#tabtop

Harganya lumayan mahal untuk ukuran asinan. Mungkin karena rasanya yang enak dan legendaris. Ada juga sih tukang asinan lain di Bogor, tapi gak ada yang sengetop Asinan Gedung Dalem ini.

2) Roti Unyil Venus

Roti yang tidak pernah gagal membuatku lapar mata dan perut. Keunikan dari roti ini adalah rotinya yang kecil dengan bentuk sangat lucu. Membuat orang tertarik untuk membeli. Rasa roti ini juga gak kalah spesial dengan penampilannya. Tekstur roti unyil lembut, toping yang digunakan kualitasnya baik, dan basically rasanya enak. Aku gak paham kenapa owner roti unyil venus kreatif banget buat ginian.

Varian rasa yang dijual banyak banget.Mulai dari pisang coklat, pisang coklat keju, keju coklat, sosis keju, sosis, jagung dan lain-lain. Ada sekitar 10-15 jenis menurutku.

img_20160801_140805-medium

Bikin laper mata dan perut kaan? Haha

img_20160801_140750-medium

Ini enak semuaa. Percayaa!

Location : Jl. Siliwangi No.182, Sukasari, Bogor Tim., Kota Bogor, Jawa Barat 16133

Jam operaional : 05.30 AM -9 PM

Daftar harga : @ 1500 untuk roti kecil. Roti tawar harganya 15000

Terdapat beberapa cabang roti unyil Venus, bahkan kata tanteku di Jakarta ada. Aku belum cek lagi sih. Cabang yang pernah aku datengin selain disini yaitu di depan mantan kampusku. Di dekat mantan kampusku juga dijual lapis Bogor Sangkuriang. Lengkap kaaan he he. Main sana ke Ipebe *akhirnya nyebut merek*

3) Es Cincau Pak Sayuti

Siapa yang suka es disini? Ngacung ngacung! Hal yang paling menyenangkan dari jalan Siliwangi adalah lengkapnya oleh-oleh yang ada di jalan ini. Bahkan ada es favorit akuuuu!! Waaw.

img_20160801_141442-medium

Binaan kampusku :3

Es cincau di jalan Siliwangi ini direkomendasiin sama om-ku. Waktu berkunjung ke Bogor beberapa tahun lalu, om-ku kehausan dan spontan beli es cincau di sini. Gak nyangka es ini di luar ekspektasi om-ku. Kualitas es cincau ini gak kalah dari es cincau di restoran yang segelas bisa 25 ribu wkwkwk.

Gula yang digunakan gak pake biang gula (ini yang paling penting), cincaunya gak pake ‘bedak’ (sounds creepy tapi beberapa tukang cincau nakal menggunakan bedak untuk mengawetkan cincau mereka), dan muraaaah.

img_20160801_130138-medium

Cuma 3 ribu haha

Location : Jl. Siliwangi, Sukasari, Bogor Tim., Kota Bogor, Jawa Barat 16133

Jam operaional : sesuka abangnya

Daftar harga : harga normal 20 ribu/kantong besar. Setelah ditawar jadi 10 ribu/kantong besar #thepowerofibuibu

I cant expect more lah gaes. Wajar aja si tukang cincau ini kata om-ku pernah diliput di TV dan biasa menerima pesanan dalam partai banyak.

4) Tukang Pisang

 Buah yang tidak pernah gagal menarik perhatian ibuku adalah pisang. Bukan karena bentuknya, melainkan rasanya #senyum. Ada semacam chemistry antara ibuku dengan pisang. Kalo liat pisang, ibuku spontan suka bilang “itu pisang cakep-cakep banget”. Aku merasa pisang itu menghipnotis ibuku. Seperti aktor-aktor muda jepang menghipnotis aku #ehgimana.

Tidak terkecuali dengan tukang pisang di jalan Siliwangi ini. Saat turun mobil, doi langsung ke tempat tukang pisang. Gak ke tukang asinan atau ke tempat lain. Sampe tanteku nyusul ke tukang pisang dulu. Entah mantra apa yang dikeluarkan para pisang/tukang pisang itu.

img_20160801_135716-medium

Jenisnya macem-macem. mostyly pisang raja

img_20160801_135720-medium

Pisang tanduk!

Location : di perempatan Jalan Siliwangi.

Harga : beda-beda. Jago-jago nawar aja 😀

Pisang yang dijual lumayan beragam. Seingetku ibuku beli pisang tanduk sama ambon sukabumi. Keduanya adalah yang favorit dari favorit.

FYI, pisang yang wajib dibeli di Bogor adalah ambon sukabumi. The most delicious amongst all edible banana

Kemampuan ibuku yang paling aku kagumi adalah kemampuannya dalam mengetahui jenis pisang dengan cepat. Eittss jangan anggep sepele masalah itu. Ada lebih dari 10 jenis pisang di Indonesia dengan bentuk mirip-mirip. Ibuku selalu bisa bedain dengan sukses. Mana yang ambon sukabumi dengan ambon biasa. Mana pisang barangan dengan pisang nangka. Mana pisang raja buluh dengan raja biasa. Mana pisang lampung dengan pisang emas. Mana pisang uli dengan pisang kepok.

Lebih jauh, ibuku bisa tau pisang itu mateng atau engak hanya dari jarak 50 meter. Jaraaang banget bahkan gak pernah ibuku gagal dalam milih pisang. She is a bit gifted. Bahkan tante-tante ku dipilihin sama ibuku. Seru kan jadi anaknya haha?

img_20160801_145233-medium

Ahli anatomi dan morfologi pisang wkwkwk

Gak berhenti di situ chemistry ibuku dengan pisang. Ibuku juga ahli dalam mengolah pisang. Ini sepele, tapi trust me doi diberikan kemampuan mengolah pisang di atas rata-rata. Hampir seluruh olahan pisangnya disukai orang-orang, apalagi kue pisangnya. Semacam pisang itu bersepakat untuk membantu ibuku mengolah dirinya menjadi lebih baik #apasihini.

Tips dari ibuku dalam membeli pisang :

Pilih pisang tanduk yang warna kulitnya gelap dan sudah muncul bercak-bercak. Tandanya udah mateng sempurna. Jangan pilih yang masih kuning. Pilih yang sudah gelap. Keliatannya kaya busuk, tapi untuk pisang tanduk, itu yang tandanya tua.

Sebaliknya, pilih pisang kepok dan uli yang warnanya kuning. Jangan yang gelap kaya pisang tanduk. Kalo pisang uli/kepok warnanya gelap, itu tandanya busuk bukan mateng.

Untuk pisang ambon, pilih pisang ambon yang masih kuning kehijau-hijauan. Kalo sudah warna kuning, artinya sudah terlalu mateng. Nanti dia bakalan busuk di jalan dan lepas dari tandannya.

Ditutup dengan kunjungan singkat ke Masjid Raya Bogor

Perjalananku ditutup dengan menemani tanteku yang ingin ke toilet. Karena sudah kebelet, akhirnya kita putuskan untuk ke tolilet Masjid Raya Bogor. Yap kita kesini bukan karena ingin solat, tapi karena kepentingan urgent ha ha ha.

Untuk warga Bogor dan tuis rutin di Bogor, masjid raya ini sudah tidak asing lagi. Dengan desain modern dan eye catching, masjid ini pastinya akan menarik perhatian secara instan. Terlebih lagi warna cat masjid yang keren banget. Di sini memang gak ada karpet hijau seperti di Bandung sih gaes, tapi masjid ini menurutku bagus banget. Modern dan bersih, seperti masjid favoritku pada umumnya. Cocok didatangin untuk sholat dan rehat sejenak 🙂

img_20160801_144727-medium

Gedung Pusat Pengkajian Islam (kalo gak salah ngutip ^^v)

Gedung ini yang paling sophisticated menurutku. Tapi ini bukan masjid untuk sholatnya. Di bawah ini baru mesjid untuk sholatnya. Terdapat lorong yang menghubungkan bagian untuk sholat dengan gedung pusat pengkajian islam. Maaf ya gaes gak ada fotonya dan reviewnya sedikit. Cape ngetik sejujurnya ha ha ha -_-

img_20160801_144522-medium

Gedung utama untuk sholat

img_20160801_144637-medium

Welcome. Maaf miring. Lupa edit di VSCO haha

Lokasi : Jl. Raya Pajajaran No.10, Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat 16143

Jam operasional : –

Saran rute perjalanan bila ingin jalan-jalan mainstream seperti ini di Bogor.

Kedai Kita/kafe lain di Taken –> Lanjut Terminal Tas Tajur –> Outlet Lapis Bogor Sangkuriang –> Belok kiri ke Jalan Siliwangi –> Balik ke jalan Pajajaran –> Masjid Agung Bogor –> Pulang

Selesai sudah review panjang lebar-ku tentang One Day Trip ke Bogooor. 6 jam aku ngetik gaes. Lama bangeet. Bila ada yang ingin ditanya, jangan malu-malu gaes. Oh iya, kalo ada yang mau ketemuan sama aku dan lan jalan di Bogor, yuk yuk sama aku. Untuk yang wanita tapi hehe.Yang laki-laki boleh ikut, asal mayoritas cewe yang ikut hihi ^^v

Bonus untuk kalian:

img_20160801_144819_1470051818058-medium

Floor situation

Iklan

8 thoughts on “#Indah’s One Day Trip : Jalan-jalan Mainstream di Bogor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s