#Indah’sOneDayTrip : Sehari di Kota Terasi

[Travel Report] Halloooo gaes. Apa kabar? Sudah syawalan? Hoho yang sudah, semoga ibadahnya diterima dan bisa mendapatkan pahala seperti setahun berpuasa ya gaess. Aamiin :)) Yang belom, udah aku ingetin yaak haha *ngingetin diri sendiri jugak*.

Okaay this time aku akan memberikan travel reportku tentang lanjalan one day trip yang fresh from the car alias baru bangett aku lakuin. This time aku memutuskan menghabiskan hari di kota terasi, alias kota Cirebon. Sebagai salah satu kota pesisir yang tidak jauh dari Jakarta, Cirebon memiliki beberapa tempat wisata, baik wisata alam maupun buatan yang menarik untuk kalian jadikan alternatif liburan. Baca posku ya untuk selengkapnya mengetahui beberapa alternatif pilihan wisata di kota udang ini 🙂

p.s sebenernya istilah kota cirebon itu kota udang ya, cuma biar pas rimanya di judulku, aku ganti dengan kata terasi *pemaksa kata*.

Jalan-jalan sehari alias one day trip alias ‘ngacak-ngacak’ kampung orang adalah salah satu opsi jalan-jalan yang paling aku gandrungi apalagi kalo dibayarin :p. Ibaratnya kaya legally doing PHP things gitu. Kalian datengin satu tempat wisata hanya dalam sehari, kalian terpukau sama tempat wisatanya, kalian puji dan give bullshit, kalian janji akan balik lagi, dan kalian pergi dari tempat itu tanpa ada kepastian kapan kalian akan kembali lagi. PHP banget kan?  Inget, aku PHP sama satu daerah ya bukan sama satu anak manusia. Yang suka PHP semoga tersindir dan yang lagi di PHP in semoga sadar  *ini anak kenapa sih* haha

One day trip-ku kali ini muncul karena ada ide dari ibuku. Ibuku itu kebalikan dari aku, dia bukan orang yang suka buat wacana. Dia itu kalo bilang mau ke satu tempat, pasti langsung jadi. Kaya ke Cirebon ini. Ini idenya murni dari ibuku hehe. Aku cuma tim pembuat itinerary -_-

Di jalan-jalanku kali ini sedikit berbeda karena abangku yang pertama turut serta denganku dan jadi tim penyokong dana bersama ibuku hahaha. Kehadiran abangku membuat aku memiliki beberapa decent picture this time yang bisa aku upload di Instagram-ku. Eh kalian follow aku dong nanti ku-follow balik. Aku masih jadi fakir followers nih. Okay daripada aku berakhir mengetik 3000 kata, lebih baik kita mulai petualanganku 🙂

Processed with VSCO

Biar leveled up blognya :3

Belanja Sandang dan Oleh-oleh di Batik Trusmi

Iseng searching, aku menemukan bahwa tempat yang bisa kudatangi di Cirebon yang paling deket dengan pintu tol Plumbon adalah Batik Trusmi. Jadi, tujuan pertamaku ke batik Trusmi. Trusmi itu seperti kawasan pengrajin batik gitu gaes. Di daerah trusmi, ada banyak penjual batik. Nah pelopor toko batik disini dan yang paling ngetop juga paling besar adalah toko Batik Trusmi ini.

IMG_20160713_104659 (Custom)IMG_20160713_095331 (Custom)

IMG_20160713_095350 (Custom)

Baca Bismillah biar gak kalap

Saat memasuki gerbang “Kawasan Batik Trsumi”, toko Batik Trusmi ini memang yang paling mentereng di antara toko batik lain. Terlihat paling lengkap dan paling menjanjikan dalam segi harga karena ada iming-iming kata ‘Grosir’. Di toko batik ini, aku sarankan untuk membaca Bismillah dulu kalo kalian gak mau kalap karena batik yang dijajakan buanyaak banget. Banyak pakaian, bahan, dan bahkan tidak sedikit aneka kerajinan dari batik yang dijajakan disini. Oleh-oleh khas Cirebon pun tak luput dijual disini. Benar-benar seperti one stop shopping for tourist.  Tentu dengan harga bervariasi mulai dari yang murah hingga yang berdigit 6. Pikirkan uang makan sebulan ya gaes kalo mau belanja.

Karena lengkapnya, aku gak mampir kemana-mana lagi untuk beli oleh-oleh non-pakaian karena disini udah lengkap dan banyak banget. Konsepnya mirip lah sama Mirota Batik di Yogyakarta yang jual macem-macem produk dari batik.

IMG_20160713_102842 (Custom)

Warnanya mostly pastel ya gaes

IMG_20160713_100748 (Custom)

Gimana? Mau kesini gak?

IMG_20160713_095743 (Custom)

Batik yang dijajakan disini mostly berwarna cerah seperti warna pastel dengan motif khas batik pesisir. Corak serta warna batik ini dipengaruhi oleh pedagang-pedagang dari Arab dan India pada masa lampau yang singgah di Cirebon.  Sayangnya, aku kurang suka dengan batik yang dijual disini karena sejak kecil, gambaran tentang batik di benakku adalah warna coklat atau hitam, khas batik Jawa. Pas aku datang kesini, aku sedikit shock dengan batik yang ditawarkan. Cerah semua. Tapi dasarnya wanita, pada akhirnya aku kegoda (juga) dan memutuskan membeli kain warna abu-abu karena warna yang ‘aku banget’ meskipun gak ada batik yang coklat tua hehe ^^v

IMG_20160715_155347 (Custom)

Selalu, aku suka abu-abu. Ini mau aku jadiin kain wisuda hahaha. Doakan kece ya jadinya

How to Get Here

Lokasinya terletak di : Jalan Raya Trusmi Kulon No. 148, Weru Lor, Plered, Cirebon, Jawa Barat

Kalian piih keluar tol di PLUMBON (sumpah aku seneng banget bisa lewat sini. Yippie hehe). Lalu kalian luruuus aja sampe nemu perempatan agak besar dimana di perempatan itu ada gapura “Kawasan Batik Trusmi”.

Jangan kegoda dengan toko-toko yang berada sebelum di gapura itu ya gaes, meskipun toko-toko itu bernama “Batik Trusmi”.

Letak Batik Trusmi yang asli ada di kawasan batik Trusmi. Setelah ketemu gapura, kalian belok kiri dan luruuus aja. Nanti ketemu sama toko batik ini. Gede ko tokonya.

IMG_20160713_094404 (Custom)

Seneng banget bisa lewaaaat siniii >,<

Di deket Batik Trusmi, ada toko-toko batik lain. Kalian bisa datengin aja satu-satu kalo kalian tidak menemukan apa yang kalian cari. Sewaktu kesini, ibuku tidak menemukan mukena lalu memutuskan untuk ke toko depan Batik Trusmi . Alhamdullah diisana ibuku berjodoh dengan mukena yang dia inginkan. Ibuku bilang, kalo kita kemana-mana, usahakan beli mukena di tempat tersebut. Tetap ingat Alloh, katanya.

Jam Operasional

Jam : 08.00-20.00

Merasakan Legitnya Sate Kambing Muda dan Empal Gentong H. Apud

Puas lihat-lihat dan sedikit mengeluarkan uang di Batik Trusmi, aku memutuskan untuk memboyong rombongan untuk makan karena jam yang sudah menunjukkan pukul 11.00.

Ada beberapa pilihan kuliner enak khas Cirebon yang bisa kalian pilih seperti Nasi Jamblang, Empal Gentong, dan Nasi Lengko untuk melengkapi wisata kalian di kota terasi ini

Karena terbatasnya waktu dan dana, hanya ada satu pilihan makanan yang bisa dicicipi.  Setelah memberikan penjelasan kepada ibuku sebagai penyokong dana utama,  ibuku tidak tertarik dengan nasi jamblang dan kuliner lainnya. Jadi deh pilihanku jatuh kepada si mas Empal Gentong.

Apa sih ndah empal gentong itu?

Empal Gentong adalah olahan potongan daging sapi yang dimasak dengan santan dan bumbu-bumbu. Olahan ini selintas mirip dengan soto. Perbedaannya adalah tempat memasak Empal Gentong yaitu di dalam gentong dari tanah liat. Bila kalian ingin membuat olahan ini di rumah, gak sah jadinya kalo kalian tidak memasak olahan ini di gentong.

Dikenal sebagai makanan khas Cirebon dan banyak diburu pelancong, banyak rumah makan di Cirebon yang menjajakan Empal Gentong. Salah satu Empal Gentong paling diincar di Cirebon adalah Empal Gentong H. Apud. Nama H. Apud terkenal sebagai sang maestro empal gentong sehingga banyak direkomendasikan oleh Gugel dan travel blogger.

Selain karena rasa, alasan Empal Gentong H. Apud ini ngetop adalah karena lokasinya yang strategis menurutku. Empal gentong H.Apud itu tidak jauh dari Batik Trusmi dan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit dari Batik Trusmi. Hal ini tentu memudahkan sebagian besar pelancong yang buta membaca peta sepertiku hehe. So ini dia empal gentong H. Apud

IMG_20160713_112324_1468484049313 (Custom)

Mirip Soto Betawi banget ahaha

IMG_20160713_112338 (Custom)

Dagingnya melimpah

Waktu kesini, makanan yang dipesan adalah ku empal gentong daging sapi dan sate  kambing muda 10 tusuk. Sedangkan minuman yang dipilih adalah S-Tee. Sesuai kombinasi maut orang Indonesia, makanan berkolesterol disandingkan dengan makanan berkadar gula tinggi.

Pertama, kita bahas dulu kali ya empal gentongnya. Porsi empal gentong H. Apud ini lumayan banyak menurutku. Setidaknya tidak seperti istilah ibuku yaitu 1 m 1 daging #lebay. Hanya saja porsi nasi yang disajikan yang rada membuat keningku berkerut. Terlalu sedikit bahkan untuk ukuranku.

Berbicara soal rasa, dapat aku katakan rasa empal gentong ini enak. Rasa kuahnya penuh bumbu, tidak pelit santan, dan rasa daging di empal gentong ini tidak ‘adem’. Cocok disantap di bawah teriknya matahari Cirebon. Untuk rasa, menurutku rasa empal gentong itu miriip banget sama soto betawi. Konklusinya itu.

Bila kalian musuhan dengan kolesterol, kalian bisa pilih empal asam, sejenis empal gentong tapi kuahnya bening. Empal gentong ini bisa juga dibungkus untuk dijadikan oleh-oleh kalau kalian tidak bisa move on dari rasanya. Empal gentong ini bisa bertahan satu hari asal dipisah bumbunya.

IMG_20160713_113211 (Custom)

Rebutan aku, abangku, dan ibuku. Jadi cuma bisa foto satu tusuk doang hahaha. Maapkeun

IMG_20160713_113228 (Custom)

Ini lembut, enak, gak keras, ini surga duniaaaa *.* Yang darah tinggi harap jaga iman yak.

IMG_20160713_113731 (Custom)

You’re rock bang! Enak banget satenya

Bintang dari rumah makan ini menurutku adalah sate kambingnya. Sate kambing paling enaaak yang pernah aku coba. Daging kambing ini harus aku akuin Empuuuukkkkkkk bangettt dengan bumbu kecap yang meresap sempurna. Percaya sama aku. Kalo aku bilangg enaaak, tandanya emang beneran enak. Level enaaknya sama kaya pizza kayu bakar Kedai Kita. Meskipun aku jadi sedih karena tau kambing yang dikorbankan adalah kambing muda, tapi aku gak bisa berhenti bilang itu enak dan merekomendasikannya untuk kalian.

Memang yang muda lebih enak #ehgakmaksud :p

Sejujurnya aku lebih suka sate kambingnya daripada empal gentong-nya. Mungkin karena empal gentongnya rasanya sama kaya soto betawi. Overall, aku bener-bener saranin untuk makan disini! No wonder saat aku makan disini, aku disambut dengan keramaian. Aku aja sampe panik taku gak kedapetan tempat duduk. Benar-benar rame banget dan gak heran omzet H. Apud bisa mencpai 21 juta/hari. Kereeen :))

How to Get Here

Lokasi :  Jl. Raya Ir. H. Djuanda No.24 Battembat – Tengah Tani Cirebon

Dari tol Plumbon, kalian luruuuus aja. Ngelewatin gapura batik trusmi. Nanti kira-kira 10-15 menit dari perempatan yang ada gapura batik Trusminya, kalian akan sampai disini. Parkiran disini ramai banget, jadi nanti kalian diarahkan untuk masuk ke gang gitu untuk parkir. Aku yakin empal gentong ini penyumbang kemacetan juga saat mudik hahaha.

IMG_20160713_113808 (Custom)

IMG_20160713_113725 (Custom)

Interiornya

Jam Operasional dan Daftar Harga

Jam Operasional : 09.00-21.00 (kalo saat musim liburan dan weekend, sore-sore aja udah habis).

Daftar Harga :

IMG_20160713_111533 (Custom)

Menu yang bisa dipesan

Empal gentong daging sapi : 22000
Sate Kambing Muda : 40000
Kerupuk : 500 sumpaah

Aku kagum pada restoran ini karena gak memark-up uang kalian meskipun restoran ini udah ngetopp banget. That’s why Alloh melancarkan rezeki restoran ini karena H. Apud gak memark-up. Masih pake logika ngasih harganya haha. Sukses terus yak pa Apud.

Shalat di Masjid At-Taqwa Cirebon

Selesai menimbun lemak di perut dan paha, kita memutuskan untuk solat karena jam sudah menunjukkan pukul 11.45. Aku memutuskan untuk memboyong rombongan (padahal cuma 3 orang yak) ke Masjid At-Taqwa Cirebon. Masjid ini merupakan masjid raya di Cirebon. As i said, kalo ke satu kota, waajib banget ke masjid raya atau masjid agungnya. Alhamdulillah sudah beberapa masjid raya aku datengin.

IMG_20160713_120216 (Custom)IMG_20160713_122533 (Custom)

Selain masjid ini, ada Masjid Agung Cipta Rasa di Cirebon. Aku lebih memilih ini karena akses jalan yang mudah. Tinggal luruuuuuussss aja dari empal gentong H. Apud. Masjid yang diresmikan tahun 2009 oleh Pak Aher ini sangat baguus, rapi, dan nyaman banget untuk solat menurutku. Saat sholat berjamaah berlangsung, ada petugas yang ‘menjaga’ shaf sholat agar shaf lurus dan rapat. Mengingatkanku pada masjid Salman di ITB.

Dalam kompleks masjid, terdapat pula Islamic Center, kantin-kantin untuk rehat dari ‘ganasnya’ matahri Cirebon, juga ada penginapan syariah (orang yang bukan mukhrim gak boleh nginep disini). Lengkap bukan? Masjid ini wajib kalian datangin kalo mau ke Cirebon.

IMG_20160713_122015 (Custom)

Interior mesjid. Ini mesjid bersih banget gaes. Gak boong.

IMG_20160713_123009 (Custom)

Ada alun-alun gitu di sekitar mesjid ini

How to Get Here

Lokasi : Jalan RA Kartini Cirebon

Dari Empal Gentong H.Apud, kalian lurus aja. Lewatin Jalan Tuparev, Lewatin stasiun Cirebon. Letaknya gak jauh dari stasiun Cirebon.

Panas-panasan di Gua Sunyaragi Cirebon

Belanja udah, makan udah, solat udah. Tinggal ke objek wisata yang belum. Cirebon menyajikan beberapa tempat wisata yang menarik diantaranya Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Taman Ade Irma, beberapa situ-situ atau danau, dan pilihan lokasi wisataku Gua Sunyaragi. Pilihan ini jatuh  karena instgramable  karena aku penasaran sama tempatnya. Gambar yang tersaji menarik perhatianku. So here my report to Gua Sunyaragi.

Processed with VSCO

Welcome To Goa Sunyaragi :))

IMG_20160713_132508 (Custom)

Tempat duduk untuk pementasan yang dilakukan setiap malam minggu. Aku lupa tapi pementasan apa

Processed with VSCO

Goa utama disini. Majestic! Subhanalloh. Sayang backlight 😦

IMG_20160713_130429 (Custom)

Salah satu goa disini. Ngeri yak buat masuk haha

Gua Sunyaragi itu disebut juga taman air Sunyaragi karena dulunya ada danau Jati disini, jadi seperti Taman Air gitu. Sayang danau itu sekarang sudah mengering. Tujuan dibuatnya Gua Sunyaragi dalah untuk istirahat dan meditasi sultan Cirebon. Mirip sama Taman Sari di Yogya. Untuk further info, kalian search di gugel ya gaes tentang sejarah Gua Sunyaragi karena aku gak sewa guide, jadi kalo aku tulis tentang sejarahnya disini, aku cuma meng-copas tulisan orang hahaha ^^v.

Kegiatanku di Gua Sunayaragi hanya seperti traveler amatir yaitu foto-foto aja. Bagus sih gaes menurutku. Kaya hidup di jaman flintstone. Yes, it is so instagram-able. Really a dime. Come on and take a look 🙂

Processed with VSCO

Like di Flinstone

Processed with VSCO

Bangsal Utama. Rada serem gaes pas aku kesini….gak berani masuk-masuk

Processed with VSCO

Iconic monument

Processed with VSCO

Could you spot my bro?

Goa Sunyaragi itu bukan goa alam seperti Goa Gudawang yang ekstrim dan membuat kalian berfikir betapa dekatnya kalian dengan kematian #lebay. Disini tidak ada kotoran kelelawar, air yang menggenang, dan udara pengap. Goa-goa disini goa-goa pendek yang panjangnya hanya 1-20 meter menurutku. Sangat ramah pengunjung. Terdapat beberapa gua disini dan bangunan-bangunan seperti kamar yang sama sekali gak aku masukin karena keterbatasan waktu dan panggilan ibuku

Meskipun aman dari kotoran kelelawar, goa-goa disini menyimpan aura mistis menurutku. Aku bisa ngerasainnya. Mungkin karena peninggalan sultan Cirebon kali ya. Aku harap kalian waspada aja kalo kesini. Jangan bengong. Ada baiknya kalian menyewa guide sehingga kalian tau cerita di balik Goa Sunyaragi ini. Aku menyesal tidak menyewa guide saat kesini.

Mumpung inget, aku minta maaf ya fotonya editan dan tone-nya rada aneh haha.  Waktu itu backlight jadi aku mati-matian edit foto ini di hapeku karena ketiadaan sotosop di laptop. Maklumin yaak. Untuk hiburan, kita liat lagi yuk beberapa foto-foto terbaik yang bisa aku ambil disana :’)

IMG_20160713_131827 (Custom)IMG_20160713_130228 (Custom)

IMG_20160714_144350 (Custom)

Gak usah jauh-jauh ke New Zealand buat foto di rumah Hobit, di Cirebon juga ada hehehe ^^v

Processed with VSCO

Processed with VSCO

How to Get Here

Lokasi : Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat

Kalian arahkan kendaraan kalian ke jalan cipto mangunkusumo kalo dari Masjid At-Taqwa. Nanti ada lampu merah, kalian belok kanan. Lurus aja lalu belok kiri. Letaknya tepat di samping jalan by pass Dharsono.

Jam Operasional dan HTM

Jam Operasional : 10.00-18.00

HTM : 10.000/orang. Biaya Guide aku gak tau ^^v

Life Lesson

  • Bawa pelindung kepala saat kesini karena panaaas banget gaes. Selain dipanggil-panggil ibuku, alasan aku gak jauh-jauh keliling daerah ini karena panasnya daerah ini ampun-ampunan huhu. Nilai plusnya, disini gak terlalu ramai jadi bisa lumayan bagus foto-fotonya hoho
  • Tempat ini kereen banget menurutku dan mutlaaak banget butuh promosi lebih gencar. Keren gaes. Meskipun aku gak paham batu-batu yang ada disini asli atau engga, yang jelas bangunan ini memiliki keindahan yang aku suka banget. Artistik gaes modelnya. Aku yakin anak jakarta pasti seneng kesini karena tempat ini Instagram-able bangetttt.
  • Jangan buang sampah sembarangan dan melakukan tindakan vandalisme kalo kesini ya. Inget, mau kalian coret-coret kaya apa suatu tempat, orang gak akan peduli dengan eksistensi kalian dan malah bakal benci banget sama kalian. Jangan buang sampah sembarangan juga. Awas aja deh *ngancem ceritanya*.
  • Sewa guide. Nyesel aku gak nyewa guide jadi gak tau kisah dibalik Taman Air ini. Disini juga banyak mitos-nya gaes. Kalian hati-hati ya. Jangan salah ngomong, jaga sopan santun, dan jangan bengong juga sekalian.

Beli Tapai Ketan di Kuningan

Bukan ibuku kalo idenya suka out of the box. Yaap. Ibuku tiba-tiba ngidam tapai Kuningan dan pingin pulang lewat sana dulu. Jadi lah kita milih untuk ke Kuningan. Surprisingly, Kuningan dari Gua Sunyaragi itu searaaah. Jadi aku tinggal lurus dan belok kanan di lampu merah pertama. Setelah itu luruuuuusss aja untuk sampai ke Kuningan. So easy da gak ketebak banget aku bisa milih rute kaya gitu *nyontek blogger lain sih*.

Tapai Ketan Kuningan itu spesial karena dibungkus oleh daun jambu dan dijual di ember. Yaap gaes ember haha. Aku bingung kenapa orang Kuningan kepikiran buat jual ketan di ember. Sayang waktu kemarin kesini aku gak bisa ke desa Cigugur yang merupakan sentra pembuat tapai ketan daun jambu. Aku asal beli aja di pinggir jalan karena gak kepikiran buat nyari sentra tape ketan ini. Meskipun belinya asal, untuk rasa tapainya menurutku rasanya enak dan memiliki bau yang unik karena dibungkus daun jambu. Ibuku doyaaaaan banget sama tapai ketan ini. Gak paham kenapa haha. Mungkin kalo tuak dibolehin dalam islam, ibuku bakal suka banget kali ya karena ibuku itu sukaa banget sama tapai ketan.

IMG_20160715_155405 (Custom)

Gak paham kenapa kepikiran gitu untuk jual di ember. Terus ibuku bingung ember kosongnya buat apa huhaha

Oh iya, sebenernya di Kuningan ada wisata yang menarik perhatianku yaitu Situ Remis dan Situ Cicerem. Aku tergoda untuk mendatanginya karena beberapa travel blogger menyarankan. Namun hari sudah terlanjur siang dan ibuku lelah, jadi apadaya wacana tinggal wacana. Untung aku sudah grown up a bit #ciee jadi aku gak ngoyo dan milih pulang aja.

Overall, aku merekomendasikan kalian bila ingin menghabiskan hari di kota ini. Selain pilihan wisata yang cukup lengkap yaitu wisata oleh-oleh, kuliner, dan tempat wisata alam, Cirebon tidak terlalu jauh dari ibukota. Hanya membutuhkan sekitar 2 jam perjalan. Aku sangat menyarankan untuk ajak ibu kalian kesini karena wisata yang disediakan merupakan wisata yang ramah orang tua dan ramah kantong kalian 😀

Kalo kalian, apa pengalaman menarik kalian saat mengunjungi kota ini?

IMG_20160713_142129 (Custom)

Bonus, foto aku. Thanks to my bro for this decent picture hehe

Bonus lagi, Itinerary One Day Trip ke Cirebon (waktu dan kondisi menyesuaikan ya) 🙂

06.00 : Jalan dari rumah
09.30 : Sampai di Cirebon (Batik Trusmi). Lama karena maceet. Masih ada arus mudik dan balik
10.45 : Otw Empal gentong
11.00 : Makan di Empal Gentong H.Apud
11.45 : Otw rumah Alloh (Masjid At-Taqwa)
12.00 : Solat di Masjid At-Taqwa
13.15 : Otw Gua Sunyaragi
13.30 : Sampai di Gua Sunyaragi dan eksplor sana sini
14.10 : Pulang lewat Kuningan

Ada sis waktu 4 jam sebelum Magrib. Kalian bisa manfaatkan dengan jalan-jalan mengunjungi situ Remis dan Cicerem. 1 jam perjalanan dari Gua Sunyaragi. Selamat mencoba. Good luck

Iklan

10 thoughts on “#Indah’sOneDayTrip : Sehari di Kota Terasi

  1. Batik cirebon itu batik pesisir ndah, ciri khasnya emang warna terang dan corak yang lebih bebas, katanya sih krn ada pengaruh dr penjajah2 yang singgah disana. Ada sih tetep batik sogan nya yg khas keraton cirebon, tapi kayanya jarang. Nah kalo jogja solo itu batiknya sesuai aturan keraton, makanya warn motif semua saklek hihihihi

    Suka

    • Iya ka hehe. Si abangku juga bilang gitu. Ada pengaruh dr arab apa katanya. Aku ga suka, kecuali yg abu-abu. Haha aku lebih suka batik jawa ekeke. Biarpun kesannya ‘kuno’ tp lebih apa ya haha lebih ‘batik’. Aku lebih suka itu. Ada yg warna coklat ka cuma bbrp doang. Itu kali ya batik sogan-nya. Aku tinggal ke lasem doang yang belom buat liat batiknya haha

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s