#MalamMingguDenganIbu : Jalan-jalan Nyaman Orang Tua Senang

[Life Hacks] Assalammualaikum wr.wb gaes. Apa kabar? Masih puasa kan? Aku harap masih ya. Kan ibu Saeni udah ke Tegal haha -_- Di 8 hari menjelang lebaran ini, aku ingin memberikan kalian tips di #MalamMingguDenganIbu. Bila kalian berencana memboyong orang tua kalian jalan-jalan lebaran ini, aku akan memberikan kalian sedikit tips n trick yang bisa kalian terapkan. Semisal nih kalian belum kepikiran untuk memboyong orang tua kalian jalan-jalan, coba luangin waktu sedikiiit aja buat baca salah satu pos terpanjang yang pernah kubuat ini. Pasti deh kalian jadi ingin ajak orang tua kalian jalan-jalan di cuti lebaran nanti hahaha. Jangan cuma wacana doang yaa buat klik ‘read more’ dan di-bookmark (ingetin diri sendiri) :3 Ayo kita kepoww!

Kenapa sih ndah harus jalan-jalan dengan orang tua?

Mungkin itu adalah pertanyaan pertama yang popped up di pikiran kalian kali ya gaes. Aku akan berikan alasan pribadiku gaes. Semoga alasanku bisa memberikan jawaban yang kuat untuk pertanyaan ini. Kalo aku pribadi, karena aku merasa tertampar dengan quotes yang selintas aku lihat di facebook.

Orang tua kalian menemani kalian untuk tumbuh berkembang, sedangkan kalian menunggu mereka untuk mati

Aku tau efek quotes itu akan menimbulkan efek yang bermacam-macam di benak kalian. But for me, that quotes slapped me. Really slapped me. Sedikit curhat ya gaes, aku memang sudah memutuskan untuk tinggal dengan ibuku setelah menikah dan jujur hanya berminat untuk menemani. But then this quote appeared in front of my eyes and somehow I figured out the big question here

“Did you accompany them (just) to see them died?”

Spontan hati kecilku bilang, no. I don’t. I cant replay their life and I don’t wanna regret anything. Sejak itu (aku gak tau kapan pastinya yak), aku memutuskan untuk menemani dan tumbuh berkembang dengan mereka.  Aku benar-benar ingin tumbuh berkembang dengan mereka. Salah satu hal yang ingin aku lakukan adalah mengajak mereka jalan-jalan karena aku ingin tumbuh dengan menghabiskan banyak waktuku dan uangku untuk jalan-jalan haha.

d13e519930c0119560dbe23757c72b77

Aku ingin sebisaku mengajak mereka melihat hal-hal yang belum mereka lihat, memberikan mereka pengalaman yang belum pernah mereka rasakan, dan memberikan mereka kesenanganku. Aku tidak ingin hanya menunggu mereka mati.

Setidaknya, sebelum mereka meninggal, mereka sudah merasakan sedikit kesenangan yang aku rasakan sebagai ‘anak muda yang beranjak tua’ hehe.

Jadi, kalo kalian bertanya mengapa kalian harus jalan-jalan dengan orang tua kalian, sederhananya, karena mereka masih hidup dan mereka pantas untuk merasakan hal-hal menyenangkan sebelum mereka meninggal. Karena mereka pantas untuk bahagia dengan melihat hal-hal menakjubkan di luar rumah mereka. Kecuali kalo orang tua kalian udah gak bisa kemana-mana lagi ya gaes. Jangan paksain mereka jalan-jalan haha. Nanti yang ada mereka collapse di jalanan.

Jalan-jalan dengan orang tua itu berbeda dengan jalan-jalan dengan orang yang terlibat hubungan percintaan dengan kita, semisal pacar/friendzone-an/gebetan/mantan dan teman yang tidak terlibat friendzone dengan kita #sumpahakugakterlibatfriendzonedengansiapapun haha. Faktor F dan U, Fisik dan Uang Umur menjadi tantangan tersendiri ketika kita memutuskan untuk jalan-jalan dengan orang tua. Untuk itu aku menyiasati bagaimana caranya jalan-jalan sama mereka agar mereka nyaman dan juga senang. Wish it worked well with you

  1. Persiapan adalah kunci kenyamanan

Bukan hanya di pernikahan, jalan-jalan pun membutuhkan persiapan *ngode*. Tentu persiapannya gak seheboh persiapan nikah, tapi tetep butuh survey sana sini biar semua pihak nyaman. Kejadian di Semarang dan Purwokerto memberikan banyak pelajaran kepadaku untuk menyiapkan segala hal agar semuanya berjalan lancar. Kalo kalian sudah memutuskan untuk ikut paket wisata, persiapan yang harus kalian lakukan bisa direduksi. Cuma aku gak terlalu suka pake paket wisata sih haha. Lebih seru sendiri. Apa saja sih yang harus disiapkan kalau ingn jalan-jalan bareng orang tua?

  • Kendaraan menuju tempat wisata tujuan

Entah itu naik kendaraan pribadi atau kendaraan umum, kalian harus pastikan bahwa kendaraan itu siap untuk membawa kalian dan orang tua kalian ke luar kota. Make sure ya. Bila kendaraan pribadi, pastikan kendaraan kalian laik jalan. Air radiator, rem, aki, dan hal lain yang gak aku paham. Kalian servis dulu juga mobil kalian. Kalo naik kendaraan umum, PASTIKAN KENDARAANNYA NYAMAN. Jangan ajak orang tua kalian dengan kendaraan yang gak nyaman. Ajak mereka naik pesawat yang minimal kelas bisnis. Naik kereta bisnis/eksekutif. Lupakan kereta ekonomi. Naik bis super eksekutif yang 2-1. Berikan servis terbaik lah gaes. keluar uang lebih gak masalah. Nyenengin orang tua sekali-kali gaes. Insyaalloh pahala hehe. Lagian, duit dapat dicari lagi gaes 😀

IMG_20160303_064949_HHT (Custom)

Gak harus eksekutif, KA bisnis udah ajieb kok kaya Fajar Utama

  • Tempat menginap

Bila ingin merencanakan pergi yang gak one day trip alias nginep berhari-hari, tempat menginap mutlaak ditentukan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Why? Karena jangan sampai kalian tuna wisma di kampung orang. Waktu aku ke Semarang, aku nyariisss ngemper di masjid gegara gak dapet hotel. Pengalaman itu berharga banget dan ngebuat aku mendownload Traveloka untuk merencanakan dan mewacanakan tempat menginapku huahaha. Memesan kamar hotel jauh-jauh hari juga menguntungkan karena harga yang ditawarkan biasanya lebih murah ketimbang ujug-ujug kita dateng ke hotelnya. Preparation is the best cure for everything gaes #ahsik.

Mengapa Traveloka? Karena GUI traveloka itu enaaaak banget dengan pilihan warna biru dan putih yang cocok banget menurutku dan pilihan menu yang simple sekali. Traveloka juga menyediakan pembayaran yang mudah dan dan dan have the best deal among other travel sites. Happen to me lho haha. I really swear to you guys that this is 354829% pure my opinion. Traveloka didn’t know me. I simply adore it. Aku kaya secret admirer Traveloka ya. Update terbaru Traveloka juga menyediakan opsi “Find Best Budget Rooms Here” dimana kita bisa mendapatkan low-budget hotel di tiap kota di Indonesia. Cucok juga ko untuk orang tua kalian.

Satu-satunya kekurangan Traveloka menurutku, kita harus tau dulu jalan tempat kita menginap, karena Traveloka gak nyediaiin petunjuk. Misal ‘Hotel Dekat Stasiun Tugu’. Traveloka ga akan memunculkan itu. We still need to check it on GMaps first to know the location detail. Baru kita bisa cari di Traveloka. Keseringan ngasih promo di email juga cukup menggangguku sih haha, but overall I love Traveloka 🙂 Jadi, saranku pilih Traveloka untuk masalah penginapan di tempat tujuan.

screenshot_2016-06-27-15-45-17_com.traveloka.android_1467019866907.jpg

Ini halaman Home Traveloka Apps.

screenshot_2016-06-27-15-46-43_com.traveloka.android_1467019900378.jpg

Ini menu Booking

screenshot_2016-06-27-15-46-47_com.traveloka.android_1467019918352.jpg

Haha aku baru sekali make, tapi udah kepincuut cut cut 😀

screenshot_2016-06-27-15-46-31_com.traveloka.android_1467019882692.jpg

Nah ini menu pofil akuwh

Hotel/mess atau apapun tempat menginap yang kalian pilih, kalian harus pastikan bahwa tempat itu NYAMAN. Jangan kalian samakan tempat menginapnya jika kalian lagi backpack sama temen-temen. You have to make sure that they are such decent places. Tempat tidur spring bed, kamar dan kamar mandi bersih, dan ada AC. Masalah TV dan alat pemanas air dan kebutuhan secondary lain aku rasa gak perlu. Cukup 3 hal itu gaes. Gak harus di Hotel bintang >3 kok, yang penting 3 hal itu ke cover. Aku saranin kalo kalian naik kendaraan umum, cari hotel yang dekat dengan terminal/stasiun/airport agar kalian tidak panik dan kesusahan ketika sampai sana. Bisa langsung istirahat gitu gaes di tempat penginapan.

IMG_20160301_171456 (Custom)

Hotel kaya gini aja gaes, yang 250-an semalem. Udah nyaman banget

  • Akomodasi di tempat tujuan

Bila kalian berencana jalan-jalan dengan kendaraan umum, pastikan kalian tau mau naik apa disana. Kalo kalian sama orang tua, aku saranin banget banget untuk sewa mobil di tempat tujuan. Waktu aku ke Jogja, aku menyewa mobil sih gaes dan itu adalah pilihan yang tepat. Aku gak bisa ngebayangin kehectican kalian kalo harus turun naik angkot. Ada opsi paket wisata sih gaes yang lebih mudah, tapi aku gak saranin. Paket wisata itu di marked up *mindset mahasiswa, anti mark-up*. It is so much cheaper kalo kalian sewa mobil pribadi. Daan lebih seru gaes kalo ngebuat rencana jalan-jalan sendiri. Lebih banyak tempat wisata yang didatangin, lebih banyak opsi kuliner, lebih puas aja si. Cuma kalo sewa mobil pribadi, kalian harus rajin-rajin ngenet untuk memperhatikan poin selanjutnya yaitu Itinerary dan rute jalanan karena yeah ini menyita waktu.

  • Itinerary dan rute menuju tempat wisata yang dituju

Itinerary adalah salah satu hal yang wajib kalian perhatikan kalo kalian berencana jalan-jalan dengan mobil sewaan. Menyewa mobil di tempat tujuan lebih murah tapi resikonya kalian harus pastikan itinerary yang kalian buat gak ‘ngaco’ dan logis karena jam sewa mobil dibatasi, biasanya cma 12/24 jam dan kalo overtime kena charge 10%. Sayang banget kan? Untuk itu kalian buat itinerary yang logis dan ahsik dulu. Gimana caranya?

  • Kalian search dulu di google “tempat wisata di daerah X” dan “wisata kuliner di daerah X”. Nanti biasanya akan muncul puluhan artikel menyangkut tempat wisata di daerah X. Kalian pastikan tempat wisata itu wajar buat orang tua. Jangan sampe itu memberatkan mereka. Kaya semisal di Gunung Kidul, kalian jangan milih gunung api purba Nglanggeran karena itu benar-benar bukan untuk orang tua, apalagi orang tua dengan riwayat asam urat dan osteoporosis.
  • Lihat GMAPS tempat tujuan dengan teliti. Setelah dapat tempat-tempat wisata potensial yang akan didatengin, kalian cek di GMaps lokasi-lokasinya. Pastikan tempat wisatanya se-arah. Misal, kalo kalian ke Jogja, kalian ratain dulu daerah Gunung Kidul dengan milih air terjun Sri Gethuk atau Gua Pindul, baru ke pantai-pantai di selatan Gunung Kidul. Kalian perhatikan aja mapsnya. Di GMaps juga dicantumkan waktu tempuh, jadi kalian bisa kalkulasi waktu tempuh ke satu daerah dan estimasi kira-kira butuh sewa mobil yang 12 atau 24 jam atau bahkan cuma 6 jam. Kalian juga bisa diskusiin sama orang rental mobilnya. Cuma ya kalian harus pastikan kalian udah mengerti lokasi tempat wisata yang ingin kalian tuju. Jangan kosong aja. Takut aja dibegoin abang rental mobilnya wkwkwk #suujon. Maaf ya gaes kalo contohnya ke Jogja terus. Soalnya aku baru jalan-jalan akbar ke Jogja bareng orang tuaku hehehe.
  • Cari rental mobil yang paling bagus di internet. Murah harganya, bagus pelayananya, dan no tipu-tipu. Jangan sampe dapet yang pelayanannya jutek dan mobilnya jelek. Bagaimana ngeliatnya? Lihat dari tampilan websitenya. Biasanya website yang menarik dan rapi GUI-nya udah terjamin kualitasnya. Kalian liat juga harganya. Jangan lupa wkwkwk. Kalo udah dapet, kalian telpon dan diskusiin tentang rencana jalan-jalannya. Biasanya rental mobil juga menyediakan paket wisata yang lebih menarik dan asik ketimbang paket wisata dari agen travel tertentu. Kalian pertimbangin aja tentang harga dan tempat-tempat yang akan kalian datengin. Aku saranin untuk pake driver dari tempat rental mobil. Nyasar di kampung orang itu ga enak gaes. ihhhh aku jujur masih kesel kalo inget gimana aku diklaksonin di Semarang gegara I really don’t have any idea about that city -_- Ada GMaps sih but really it takes time. Mending pake driver dari rental mobil aja.
  1. Obat-obatan dan keperluan pribadi

Semisal orang tua kalian memiliki riwayat penyakit, kalian make sure untuk bawa obat-obat mereka. Ibuku memiliki riwayat darah tinggi, jadi ibuku selalu membawa obat ampuhnya kemanapun.

Kalian bawa juga obat-obat penunjang seperti balsam untuk menghangatkan badan mereka, betadine dan obat merah (eh ini masih ada gak sih?), perban buat jaga-jaga, antimo kalo semisal orang tua kalian susah tidur di jalan, koyo kalo pegal-pegal. Aku saranin untuk bawa koyo Hansaplast because it woks so well. Really.

img_20160627_160046.jpg

My mom favorite things hehe

Untuk keperluan pribadi aku saranin kalian bawa beberapa hal ini meskipun kalian di daerah panas. Jaga-jaga aja gaes

– Selimut
– Kaos Kaki
-Termos untuk naro air panas (my mom really love this)
– Penangas air kalo hotel tempat kalian menginap gak menyediakan hehe
– Bawa ompreng atau apa bahasa sebenarnya? Lunch box. Biasanya orang tua suka bawa bekel  kalo jalan-jalan
– Air minum dan makanan ringan
– Tisu Basah untuk keperluan lap-lap, terutama untuk orang tua yang hobinya makan pake tangan seperti orang tuaku hehe

wp-1467019739011.jpg

Ini salah satu termos terbaik di muka bumi, termos dari starbucks. Panas Dingin Hangat, apapun suhunya bisa di keep sama termos ini

img_20160627_160142.jpg

Warming apparel haha. Yang etnik itu tadinya mau aku jadiin karpet gitu, tapi gak jadi dan aku jadiin selimut. Kalian bawa cardigan yang tebel aja sebagai ganti jaket. Ya kalo mau jaket fakultas juga gpp, terserah haha

img_20160627_160117_1467019500297.jpg

Penghangat favorit ibuku. Harus selalu dibawa. Entah bagaimana prosedur memakainya, yang jelas 3 penghangat badan itu selalu dibawa

 

  1. Toleransi Kekuatan fisik mutlak diperlukan

Gini, kalo kalian mau jalan-jalan dengan orang tua, jangan ngoyo ya gaes. Jangan samakan fisik kita dengan fisik orang tua. Inget itu ya gaes. Jadi kalo kalian buat itinerary, kalian pastikan kalian gak ngoyo. Waktu aku buat itinerary sebenernya aku pingin banget bisa ngeratain pantai di Gunung Kidul. But then I remember, I bring my mom along so I couldn’t do that. Kalian harus bisa sabar dan memaklumi kalo orang tua kalian gak sekuat kalian. Jadi jangan ngoyo. Yaa kalo cuma bisa eksplor 1-3 tempat kalian maklumin aja ya. Misal kalian kurang, niatin aja balik lagi. Insyaalloh ada jalan ko hehe. Yang penting orang tua senang dan balik dalam kondisi sehat lagi. Jangan sampe justru jadi sakit.

  1. Ikhlaskan foto diri yang tidak bagus, apalagi Instagram-able

Kekurangan yang harus aku terima saat jalan-jalan dengan orang tuaku adalah, I really don’t have any decent picture of my self when I did my holiday. Kedua orang tuaku, kurasa orang tua kalian juga, memiliki tangan yang mudah mengalami tremor saat mengambil gambar di HP. Kuharap kalian maklumin aja ya gaes.

So what I wanna tell you is, ketika jalan-jalan dengan orang tua, kalian sebaiknya berhenti berekspektasi dapet foto OOTD yang kece, foto yang Instagram-able, kecuali kalian yang ngambil sendiri gambarnya, dan jangan memiliki niat hanya untuk ngambil gambar yang Instagram-able. Dulu sewaktu aku muda *kampret lah*, itu ngoyo banget ngambil gambar. Eksplor sana sini. Ujung-ujungnya fotonya gitu-gitu aja dan yang like di Instagram juga kaga banyak -_- hahaha #nasib. Beberapa bulan belakangan, aku ngeh kalo I really don’t need to take a lot of pictures. I only need necessary pictures for my lovely Between Sweet and Sour. Berangkat dari kesadaran itu, kalo jalan-jalan dengan orang tuaku, aku pastikan aku sudah rela tidak ada foto diriku yang bagus dan foto yang aku ambil tidak akan banyak karena orang tuaku takut kalo aku eksplor macem-macem. Pengalaman di Jogja haha. Yang penting-penting aja.

IMG_20160302_105205_HHT

Foto dari jepretan ibuku. Mayan aja lah hahaha. Formalitas pernah ke Mangunan

  1. Perhatikan kebutuhan dasar terutama toilet dan mushola

Untuk urusan mushola, kalian sebaiknya nomersatuin deh gaes, kalo kalian muslim. Jangan sampe banget kalian jalan-jalan dan lupa solat. Sebelum kalian booking paket wisata atau rental mobil, kalian ingetin driver atau guide-nya untuk cari mushola. Kalo bisa, minta driver yang muslim ya gaes. Alhamdulillah waktu jalan-jalan ke Jogja kemarin, supir rental mobilku selalu mengantar aku dan orang tuaku solat di mushola yang decent.

p.s maaf aku sering pake kata decent. I like that word hehehe.

Toilet yang decent juga biasanya mengikuti mushola yang decent. Kalo musholanya bagus, alam pasti mengizinkan toilet yang disediakan adalah toilet yang bagus juga. Oh iya, kalo semisal orang tua kalian minta berhenti-henti karena ngerasa cape dan ingin ke kamar mandi secara tiba-tiba, kalian yang sabar ya. Turutin aja gaes. Namanya juga jalan-jalan bareng orang udah tua hehe harus shabar.

WP_20131017_007

Ini Mushola di peristirahat KM 147 tol Cileunyi. Salah satu rekomendasiku jika kalian mau cari mushola yang decent. 

  1. Cari makanan yang sesuai dengan kondisi mereka

Makanan juga menjadi concern ku saat jalan-jalan dengan ibuku. Ibuku susah-susah gampang kalo soal makanan, terutama masalah tempat makanannya. She is just like me. Ibuku gak mau makan di tempat yang kotor dan ibuku selalu mencari logo halal di satu restoran. Untuk selera makanan, Ibuku gak mau makan bebek dan lele. So yap. Tugas tambahanku adalah mencari restoran yang decent untuk ibuku dan sesuai selera ibuku.

Kalian juga sebaiknya begitu ya gaes. setiap mau makan, perhatikan kebersihan tempat dan jika kalian muslim, pastikan kalian di restoran yang tepat. Syukur-syukur di restoran yang ada logo halal MUI. Kalo gak ada, pastikan gak ada menu makanan yang haram di daftar menu meskipun kalian gak memesan itu. Mengapa? Karena mereka menggunakan peralatan memasak yang sama dan gak ada jaminan samaaa sekali, peralatan masak yang digunakan itu bersih dari zat-zat yang diharamkan di islam meskipun sudah dicuci. Lagian, kalian dengan orang tua kalian. Jangan sampe mereka mengonsumsi zat-zat haram karena kelalaian kita. Biasanya juga orang tua senengnya makan di tempat yang jual sifud dan yang bergaya tradisional. Restoran tipikal favorit ibuku lho gaes.

Kalian bisa coba baca artikelku tentang : Restoran Tradisional Kesukaan Ibuku

Almarhum dosenku pernah mengatakan satu hal yang selalu aku inget :

Umat islam harus makan di tempat yang halal. Kalo bisa yang ada logo halalnya. Kalian tidak menghormati keislaman kalian kalo kalian di Indonesia dan kalian tidak memilih makan di tempat yang halal. Sebisa mungkin cari tempat makan yang mendapatkan Sertifikasi Jaminan Halal MUI.

Logo Halal MUI vector

sumber : halal MUI

  1. Siapkan ekstra money dan ekstra patience

Kamu harus membayar lebih untuk kenyamanan

Quotes yang entah darimana datangny but yeah, it is true. You need to pay more for comfort. Dari semua poin yang kusebutkan, hampir semuanya membutuhkan uang lebih, terutama untuk akomodasi di tempat tujuan seperti hotel dan kendaraan. Jadi, sebelum kalian jalan-jalan, sisihkan uang dulu ya gaes yang seidkit berlebih kalo niat jalan-jalan dengan orang tua. Biar nyaman dan aman hehe. Jangan pelit-pelit yak. Inget, uang itu bisa dicari.

Sebaiknya kalian juga ambil cuti kalo mau jalan-jalan dengan mereka, agar wisatanya gak Weekend. Muacet dan ramai pasti gaes. Bukan liburan tapi kalian melibatkan diri kaliann pada keramaian, apalagi kalo tujuan kalian itu wisata di daerah Bandung. So, niatin ya untuk cuti juga. Biar selow, gak terburu-buru, dan semuanya senang lah intinya. Bisa sih kalian gak ngambil hari kerja dan milih weekend, asal tempat wisatanya gak ngehitzz banget. Biasa aja gitu kadar ngetopnya. Cuma tetep ya gaes, jangan saat long weekend atau saat libur panjang. Takutnya kalian sengsara dan nelangsa. Sama sekali gak menikmati liburan kalian.

Sabar, sabar, dan juga menjadi tips terakhirku karena orang tua itu berbeda dengan kita. Dilihat dari segi fisik dan emosi, orang tua memang nature nya kembali kaya anak-anak lagi. Siapa ya yang bilang? Menurutku sih emosi ibuku itu mirip anak-anak haha *ampun mak indah omongin disini*. Ibuku gampang cape, gampang kebelet *kadang aku gak sabaran kalo ibuku ingin pipis*, dan cerewet kalo aku mencoba untuk eksplor sana-sini *ampuun lagi mak haha*. Yaa intinya kalian sabar-sabar ya kalo jalan sama orang tua dan yakin deh akan ada balasan untuk kalian yang menyenangkan dan membahagiakan orang tua kalian di dunia ini. Aamiin ya gaes 🙂

Melihat orang tua kalian tersenyum dan senang saat melihat pemandangan abru, seharusnya bisa menjadikan kepuasaan dan kebahagiaan tersendiri untuk kalian 🙂

Akhirnya kita sampai di paragraf terakhir pos ku. Waaw banyak juga ya aku nulisnya. Sampe 3000 kata. I am so excited to tell you about this soalnya. Aku mau banget bisa bantuin kalian nyiapin rencana jalan-jalan sama orang tua kalian, terutama yang udah sepuh hehe. Kalo punya tips n trick, ceritain ke aku di indahhardi@yahoo.com juga yak. Tunggu pos-pos lain aku di #MalamMingguDenganIbu ya 🙂

IMG_20160302_094649 (Custom)

Sehat-sehat ya maak paak hehe. Biar kita bisa jalan-jalan terus. Doain indah dikasih uang dan waktu yang banyak, biar kita jalan-jalan terooosh 🙂 Aamiin

Iklan

3 thoughts on “#MalamMingguDenganIbu : Jalan-jalan Nyaman Orang Tua Senang

  1. Ping-balik: Ramadhan untuk Lebaran | Between Sweet and Sour

  2. Mbaak..salam kenal..dan terima kasih atas postingannya…mau tanya mbak punya referensi sewa mobil di jogja ga mbak..yang bagus dan cukup terjangkau harganya..saya mau ajak ibu saya jalan2 ke jogja juga soalnya hehehe..makasi ya mbak..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s