Plesiran Indah Ke Yogya (6) : Berkeringat di Air Terjun Sri Gethuk

Halo halo! Haha dua hari ini aku memecahkan rekor menulis 6 pos. Waaaw. Maaf kalo aku memenuhi feed kalian ya gaes. Aku ingin mempos sekaligus hari ini, gak di plan. Jangan tanya kenapa karena aku juga gak paham. Aku berharap si gaes bisa terus on fire, karena banyaaaak banget yang mau aku pos d blogku. Aku mengunjungi beberapa tempat yang menarik bulan lalu. Aku juga mulai sering mensubsidi restoran-restoran dengan uangku. Hashtag #MalamMingguDenganIbu juga belum aku mulai. Bisa dipastikan isi blogku ke depannya adalah laporan jalan-jalan yang sudah agak lama aku lakukan dan makanan-makanan . Semisal kalian bosen maaf-maaf yak. Kalo otakku bisa merangkaikan kata-kata puits nan manis untuk kalian, akan aku pos deh post yang menyangkut perasaan dan pemikiran haha. Entah kapan -_-”

Main ke curug di Yogya? Sejenak aku heran juga dengan pilihan tempat wisataku. Mengapa aku memilih salah satu curug di Yogya? Bukankah Bogor adalah mafia curug? Hampir 100 curug ada disana dan tidak dibagikan ke Kabupaten tetangga. 360 km aku pergi dari Bogor dan buat apa ya aku ke curug?

Setelah aku pikir-pikir, justru itu tantangannya. Aku ingin melihat seperti apa curug di Yogya. Apakah seindah di Bogor atau tidak. Kemudian jatuhlah pilihanku pada air terjun Sri Gethuk. Dari gambar, aku tersihir dengan eksotismenya. Aku berharap curug ini bisa menjadi saingan curug-curug di Bogor. Berhasilkah?

IMG_20160301_090631 (Custom)

Welcome To Sri Gethuk/Getuk

IMG_20160301_091133 (Custom)

Petunjuk arah

Waktu itu, aku sedang sial tidak bisa menikmati fasilitas berbayar naik getek ke air terjun. Akibatnya aku harus berjalan. Sekedar informasi, Sri Gethuk itu letaknya di pinggir kalo Oyo gaes. Jadi kalo naik getek, bisa langsung sampe. Sedih sih ngeliat ibuku yang jalan kaki menuju air terjun. Untung ada ayahku yang nemenin *anak durhaka*. Oh iya, berhubung aku gak naik perahu, dari petunjuk arah itu, aku ke kiri bukan ke kanan. Inget inget yak. Jalanan yang dibangun pihak pengelola menurutku memadai banget. Dibuat dengan semen gitu, jadi memudahkan. Yang paling membuat berkeringat adalah turunan di dekat air terjun. Bener-bener terjal. Total perjalanan sekitar 1 km gaes. Gak terlalu jauh dari pintu masuk. Yuk aku kenalin sama Sri Gethuk

IMG_20160301_092934 (Custom)

IMG_20160301_093225 (Custom)

IMG_20160301_093457 (Custom)

masih ada orang di hari kerja.

IMG_20160301_094329 (Custom)

IMG_20160301_094646 (Custom)

Kalau kalian tanya, mana yang lebih bagus, harus aku akui, dari semua curug di Bogor, belum ada yang menandingi Sri Gethuk. Beda gaes. Sensasinya, ketinggiannya dan tipikalnya. Batu yang ada di Sri Gethuk beda jenis sama batuan yang ada di curug-curug Bogor. Gak licin dan warnanya kuning. Menurutku ini semacam kapur gitu gaes. Enak deh. Yaa cuma berhubung sama si emak, mau foto agak jauh dikit udah diteriakin. Aku ngebayangin kalo ibuku liat aku yang hampir nyebur ke jurang pas di curug hordeng hahaha

Oh iya if you wonder namanya kenapa Sri Gethuk, Katanya si ada hubungannya dengan mitos dibalik air terjun in. Kata orang setempat, dulunya tempat ini adalah tempat berkumpulnya jin. Masyarakat setempat percaya bahwa disini adalah tempat Jin Anggo Meduro menyimpan alat instrumen kethuk. Nah mungkin ini dia asal usul nama Sri Gethuk. Iya gak si? (sumber info dari http://andikaawan.blogspot.co.id/) Tumben yak di Between Sweet and Sour ada info tentang beginian ahahaha. Alhamdulillah saat kesini aku gak denger suara kethuk melainkan hanya suara air terjun dan suara orang bercanda-canda

IMG_20160301_092552 (Custom)

How To Get Here

Lokasi : Air Terjun Sri Gethuk terletak di Desa Wisata Bleberan, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul.

Jarak tempuh untuk sampai ke lokasi sekitar 40 km dari Kota Jogja, atau memakan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan dengan kecepatan normal. Rute untuk menuju lokasi cukup mudah, tinggal susuri saja jalan Jogja-Wonosari sampai pada pertigaan lampu merah dekat lapangan terbang, lalu belok ke kanan ke arah Playen. Tinggal susuri saja jalan dan ikuti papan petunjuk arah untuk sampai di lokasi air terjun ini.

IMG_20160301_102640_HHT (Custom)

Papan Petunjuk. 7 km itu kebohongan massal. Maish dibutuhkan 10-20 km lagi ke dalam haha

Sumber : http://andikaawan.blogspot.co.id/

Tiket Masuk dan Jam Buka

Parkir mobil : 5ribu

Tiket masuk : 7 ribu/orang

Jam operasional : 8 pagi-5 sore

Life Lesson

  • Jangan kesini saat musim hujan. Airnya keruh haha. Kalo mau lebih baik saat musim kemarau. Airnya bagus. Jernih gitu

IMG_20160301_095909 (Custom)

  • Lebih baik jangan kesini dengan orang tua saat musim hujan karena airnya pasang, jadi getek tidak bisa beroperasi. Aku saranin untuk kesini saat musim kemarau biar bisa naik getek ke air terjunnya. Jalannya gak terlalu jauh si untuk orang tua, cuma aku gak rekomended karena memang harus berkeringat.
  • Nama Green Canyon van Jogja kurang cocok sih menurutku. Yaa green canyon di Jabar dan Sri Gethuk itu dua hal berbeda. Tapi overall rekomended sih hehe. Aku mau kesini saat musim kemarau. Duh aku mau deh ke Jogja lagi
  • Pengelola disini udah keren menurutku. Fasilitas Toilet, warung, kebersihan, bahkan jalan setapak sudah dikelola dengan apik. Very good and recommended. Kayanya yang mengelola BNI deh. Soalnya beberapa kal aku lihat logo BNI.
  • Hati-hati kalau main ya. Jangan sampai tergelincir dan membahayakan diri kalian. Inget kan kasus pasangan yang tewas saat foto prewed di Aceh? Jangan sampai terulang ya hehe.

Review plesiran ke jogja hampir beres, Tinggal 2 review lagi. Yeaaay hahaha :* Thanks to XL haha

Iklan

2 thoughts on “Plesiran Indah Ke Yogya (6) : Berkeringat di Air Terjun Sri Gethuk

  1. Sebagai penghuni Jogja yang hobinya memburu curug (bahkan sampai Bogor juga :p), menurutku kalau curug di Jogja dibandingkan dengan curug di Bogor sih… wah…. Jogja angkat tangan deh. Nyerah!

    Curug Jogja ini mayoritas musiman mbak. Kalau musim kemarau mayoritas airnya hilang. Kalau curug di Bogor kan masih ada sedikit air yang mengalir.

    Terus, entah kenapa aku merasa curug di Bogor itu lebih hijau, lebih alami, lebih rimbun. Mungkin karena letaknya ada di lereng-lereng perbukitan ya. Kalau curug di Jogja umumnya berada di dataran rendah. Jadi, suasananya agak kurang gimanaaa gitu.

    Sayang pas dirimu datang ini Kali Oyo sedang banjir. Padahal kalau nggak banjir warnanya jernih kehijauan bagus buat foto.

    Suka

    • iya emang mas. kalo ga banjir jadinya keren. di blog orang keren-keren. haha yaa nanti kusambangi lagi deh. wajiib pokoknya haha. curug di bogor tapi gitu-gitu aja tipikalnya. ga ada fenomena alam yang spesial. kalo sri gethuk itu kan dari kapur, di bogor keknya ga ada. cuma batu-batu aja. aku ga tau kalo curug lain di jogja. cuma aku bosen dengan tipikal curug bogor. haha tapi emang airnya konsisten. apalagi yang daerah sentul. kalo daerah gunung salak jangan deh. bisa mengecewakan huahaha

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s