Plesiran Indah ke Yogya (5) : Yang Instagram-able dari Yogya

[Travel Report] Halo gaes. Ciyee lagi macet di jalan ya? Apa lagi di rumah aja? Yang lagi di rumah, mending kalian bacain aja pos-posku. Hari ini aku akan memberikan kalian liburan lewat pos-posku. Percaya gaes, liburan saat long weekend gini sama aja kaya merelakan hasil foto kalian dipenuhi photoboom, merelakan tubuh kalian terkurung di mobil, merelakan bensin kalian terbuang sia-sia di udara, dan sama aja kalian merelakan diri kalian dalam kesusahan tak berujung *tsaaah. Mending kalian sabar dan ambil cuti. Saranku, hindari gaes liburan di long weekend. Sejak kasus Tangkuban Perahu, ibuku udah tobat dan gak mau lagi liburan di long weekend. Jadilah ibuku memilih liburan hari selasa rabu kamis. Sumpah itu Gunung Kidul kaya aku, ayahku, dan ibuku yang punya. Sepi buanget gaaess. Kaga ada orang hahaha -_-β€œ Kalian nyadar kan di pos ku sebelumnya kao foto-foto yang aku ambil itu kosong? Kaya dompetku haha. Anyway, aku akan melanjutkan laporan perjalananku ke Spot Instagram-able di Yogya. Hayoo bisa nebak?Β Β Biar yakin tebakan kalian benar, mari di klik more πŸ˜€

Hutan Pinus Mangunan

Perdebatan tiada henti seolah mewarnai nama hutan pinus ini. Antara Hutan Pinus Imogiri dengan Hutan Pinus Mangunan. Ada yang berpendapat bahwa hutan pinus ini sudah berada di Mangunan, namun masih ada juga yang bersikukuh hutan pinus ini masih di Imogiri. Setelah kesini, aku rasa yang tepat memang hutan pinus Mangunan, karena dekat dengan Kebun Buah Mangunan. Feelingku daerahnya sudah masuk Mangunan *penulis yang tulisannya diragukan kebenarannya hahaha*

IMG_20160302_094104 (Custom)

IMG_20160302_094251 (Custom)

Terlepas dari kontroversi nama, hutan pinus ini tetap tumbuh dengan indah. Tetap diburu pengguna instagram, diburu pejalan, dan diburu wisatawan yang gak tau lagi mau kemana hahaha *lirik diri sendiri*. Kalau boleh membandingkan, hutan pinus ini sama kaya yang di Gunung Pancar. Yaa hutan pinus gini-gini aja. Cuma aku tetep suka gaes. Ibuku juga. Berhubung ibuku gak tau kalo 50 km dari rumahku ada Gunung Pancar, doi excited banget. Hahaha aku jahat sekali. Pasti orang jogja seneng banget gak harus pergi 360 km ke Bogor untuk menikmati semilir daun pinus. DItambah lagi bisa dapet spot foto prewed yang murah dan gak mainstream haha. Yuk kita lihat seperti apa hutan pinus Mangunan hehe

IMG_20160302_095150 (Custom)

IMG_20160302_095020 (Custom)

IMG_20160302_095158 (Custom)

 

 

IMG_20160302_094649 (Custom)

Sehat-sehat ya maak paak hehe. Biar kita bisa jalan-jalan terus. Doain indah dikasih uang dan waktu yang banyak, biar kita jalan-jalan terooosh πŸ™‚ Aamiin

IMG_20160302_094810 (Custom)

Dari jauh aku tetep kaga photogenic yah hahaha nasib. Aku bungkuk banget emang. Oh iya sebelum kesini, guide ku ngajak ke makan raja Imogiri. Aku cuma turun doang sebentar foto depannya. Gak naik ke atas. Kejauhan hehehe 1000 anak tangga kurang lebih 😦

IMG_20160302_092336 (Custom)

IMG_20160302_092404 (Custom)

Disini aku gak bisa foto-foto hehe. Maklum sama orang tuaku. Yaaa gapapa lah ya. Yang penting foto mereka ada hehe. Spot foto yang instagramable juga terlewat olehku begitu saja haha

IMG_20160302_095625 (Custom)

IMG_20160302_095750 (Custom)

How to get here

Dari Kota Jogja – Jl. Imogiri Timur – Imogiri – pertigaan Imogiri belok kiri ke arah Makam Raja-raja Imogiri – pertigaan belok kanan ke arah Mangunan – pertigaan Mangunan belok kiri ke arah hutan pinus – Hutan Pinus Mangunan

Sumber : yogyes.com

Tiket masuk

Tiket masuk gratis. Parkir motor : 3 ribu. Parkir mobil : 10 ribu

Kebun Buah Mangunan

Setelah dari Hutan Pinus, selanjutnya aku beranjak ke spot instagram lain yaitu Kebun Buah Mangunan. Kebun Buah ini sepi dari buah-buahan. Saat sampai disini, aku pikir aku akan menemukan hamparan kebun buah seperti di Mekarsari. Tapi aku salah. Memang ada beberapa pohon buah, namun tidak terlalu banyak. Yaa mungkin karena kebun buah ini pada dasarnya tidak sebesar kebun buah Mekarsari. Kebun buah ini memang lebih dikenal dengan Puncak Mangunan-nya. Kalian tidak asing kan dengan tempat dan nama ini? Kalo asing, ayo kita naturalisasikan dengan gambar-gambar di bawah *garing lu ndah*biarin aja*hahaha

IMG_20160302_112415_HHT (Custom)

Awalnya aku kira ke Gardu Pandang kebun buah harus jalan kaki kalo yang naik mobil. Ternyata engga. Naik mobil bisa. Alhamdulillah banget banget. Cuma jalannya ganti-gantian. Semisal ada mobil yang dari bawah mau naik ke puncak, mobil yang mau turun dihentikan dulu. Sistem buka tutup gitu. Seneng banget jadi ibuku gak harus jalan kaki melewati gunung melintasi lembah haha

IMG_20160302_104506 (Custom)

IMG_20160302_104330 (Custom)

IMG_20160302_110053_HHT (Custom)

Terus mana ndah yang Instagram-able? Hehe sabar sabar. Di bawah ini adalah Puncak Mangunan yang Instagram-able. Yang membuat pemandangan di Mangunan cantik adalah kita bisa melihat liukan sungai Oyo yang indah dengan lanskap pegunungan yang aku tidak ketahui namanya. Pemandangan yang langka. Di bogor gak ada haha. Menurutku si wajib banget kalo kalian happen untuk melancong ke Yogya melihat tempat ini. Lumayan untuk feed instagram atau sekedar memanjakan mata dan bersyukur akan ciptaan Alloh yang super indah.

IMG_20160302_104952 (Custom)

Familiar kan sama pemandangan ini?

IMG_20160302_105305

Tau kan?

IMG_20160302_105903 (Custom)

IMG_20160302_104825 (Custom)

 

IMG_20160302_104932 (Custom)IMG_20160302_105718 (Custom)

IMG_20160302_104756 (Custom)

Kalo mau kesini kusarankan pagi-pagi atau sebelum sunrise. Kalo pagi, kalian kaya melihat negeri di atas awan. Seru deh. Baguus gituu. Oh so lovely deh. Sayang aku kesini tengah hari bolong. Jadi cuma bisa liat liukan sungai oyo. Kalo kalian belum menikah, liat liukan ini halal kok *garing ndaaah*

How to get here :

Untuk sampai di kebun ini, dari pusat kota Jogja, kamu langsung saja menuju Jalan Imogiri Timur atau Terminal Bis Giwangan. Terminal, terus saja ke selatan.Β Setelah sampai di Kecamatan Imogiri kemudian mengambil jalur Imogiri – Dlingo (lihat plang petunjuk jalan), sekitar 5 kilometer kemudian akan dijumpai Balai Desa Mangunan, di situ ada petunjuk arah menuju ke lokasi Kebun Buah.

sumber :Β http://www.pikiran-rakyat.com/

Tiket Masuk :

5 ribu/orang

Β Gumuk Pasir Parangtritis

Destinasi terakhir untuk memenuhi Instagramku adalah Gumuk Pasir haha. Gumuk pasir atau dalam bahasa ibu pertiwi Gundukan Pasir, merupakan daerah daratan di dekat pantai Parangtritis yang dipenuhi pasir, tapi tidak di bibir pantai. Agak jauh dari pantainya sekitar 1-2 km. Sekilas tidak ada yang aneh dengan Gumuk Pasir karena tumpukan pasir dekat pantai itu wajar kecuali tumpukan uang dekat pantai. Namun, setelah kubaca dari papan pengumuman, pasir yang ada di Gumuk Pasir justru berasal letusann gunung Merapi yang materialnya sampai ke daerah sini. Well aku gak mencoba googling untuk konfirmasi, apalagi bertanya pada anak Geografi (kenal aja kagak hahaha) yang jelas tourism ini rekomended untuk didatangi. Apalagi kalo weekend karena ada sandboarding. Penasaran? Nih aku kasih liat

IMG_20160302_124020 (Custom)

IMG_20160302_125121 (Custom)

IMG_20160302_124258 (Custom)

IMG_20160302_124206 (Custom)

IMG_20160302_124132 (Custom)

IMG_20160302_123924 (Custom)

Tempat ini cocok banget untuk foto pre wedding. Dengan beberapa properti seperti ayunan dan tanda love, tempat ini cocok banget dijadiin lokasi prewed. Cobain cobain hehe. Buat bulan madu juga cocok. Buat bikin kulit jadi well-tanned juga. Panas banget disini. Bule demen kali. Kalo mau latihan debus disini bisa bangeet. Kalian lepas aja alas kaki kalian haha maka jadilah kalian belajar debus secara natural. Masak kerupuk mungkin bisa mateng juga aku wondering -_-‘

IMG_20160302_124228 (Custom)

IMG_20160302_123846 (Custom)

How to get here

Dari kota Yogyakarta ke arah selatan menuju jalan Parangtritis dan lurus saja hingga anda bertemu loket masuk Pantai Parangtritis. Sebelum loket tersebut terdapat belokan ke arah kanan dan ikuti belokan tersebut hingga bertemu loket pembayaran masuk Pantai Depok. Sebelum loket masuk Pantai depok akan terdapat belokan ke arah kiri, ambil belokan tersebut dan lurus saja maka anda akan menemukan Gumuk Pasir Parangkusumo.

Sumber :Β http://wisata.javaindonesia.org/

Tiket Masuk

10 ribu

Life Lesson (For All Destination Above)

  • Jaga kebersihan dan jaga kesopanan. Sebelum apapun aku ingin mengingatkan hal ini. Frekuensi kunjungan yang tinggi membuat jumlah sampah yang dihasilkan juga tinggi. Aku harap partisipasnya untuk menjaga kebersihan. Masukkan sampah pada tempat sampah. Kalo misal gak ada, disimpan dulu dan buang pada tempatnya nanti. Tolong, jangan buat nama traveler jelek dengan stigma bahwa traveler itu cuma nyampah dan buat tempat wisata jadi kotor. Traveler cuma mau eksis untuk upload di Instagram. Ya aku akui aku upload foto di Instagram. Tapi semata aku hanya mengagumi karyaku. Mengagumi bagaimana caraku mengambil foto. Instagram adalah galeri hidupku. Meliput tempat ini di Blog juga tanggung jawabku. Alasanku meliput tempat wisata semata-mata memberikan informasi kepada khalayak. Aku ingin kalo semisal kalian membuka blogku dan sudah mendapatkan informasi, datangilah tempat wisata dengan bijak. Jangan mengotori dengan tindakan mesum dan sampah. Diingat okeh.

IMG_20160302_124723_HHT (Custom)

  • Wisata yang aku datangi Alhamdulillah ramah orang tua. Cocok kalo kalian mau bawa orang tua kalian kesini hehe
  • Makanan disini muraah. Jangan takut untuk makan disini

IMG_20160302_101346_HHT (Custom)

  • Wisata saat hari kerja sepi, lancar dan nyaman. Kalo semisal kalian bener-bener niat liburan, ambil cuti di hari biasa. Enjoy it. Jangan jalan sekarang. Bener-bener deh kalian cuma menyusahkan diri hahaha. Ajak orang tua jangan lupaa yah. Ajak aku juga boleh *khusus yang cewe hehe*

IMG_20160302_095358_1457839947185 (Custom)

Iklan

10 thoughts on “Plesiran Indah ke Yogya (5) : Yang Instagram-able dari Yogya

  1. Mangunan dan Imogiri itu nama kecamatan di Kabupaten Bantul. Hutan Pinus dan Kebun Buahnya memang masuk wilayah kecamatan Mangunan. Memang banyak yang salah menyebut karena umumnya kalau ke Mangunan lewatnya ya Imogiri.

    Aku sendiri pertama kali ke sana sekitar tahun 2006 kondisinya masih sepi. Masih bisa dipakai untuk area outbond kegiatan kampus. Kalau sekarang mungkin nggak bisa. Sudah kebanyakan yang selfie-selfie. :p

    Suka

    • iya hehe memang seharusnya mangunan. haha emang jadi rame banget. hari biasa aja rame. aku lebih suka kebun buah si. aku suka banget liat kali oyo dan bukit. haha mirip pemandangan di kalimantan. yaa meskipun jauh si dari pemandangan di pedalaman kalimantan hehe. tapi memang bagus. apalagi kalo pagi-pagi. sayang ga bisa kesana pagi-pagi

      Suka

      • Oh yo betul, Kecamatan Dlingo! Mangunan itu nama desa. Nuwun koreksinya! Kok aku malah kebalik membayangkannya Dlingo itu desa sdangkan Mangunan kecamatan. πŸ˜€

        Suka

      • sampeyan kakehan piknik mas sampe ketuker tuker. tapi memang sih Mangunan lebih terkenal dibanding Dlingo nya. piye jal. ibaratnya disebut pantai Wonosari, padahal di Wonosari nggak ada pantai, jebul Gunung Kidul maksude. :mrgreen:
        mbok nek pas di Jogja selatan saya dijak ngepit dan mblusuk mas. hahaha. πŸ˜€

        Suka

      • Wah ini mas mawi sama mas nbsusanto udah saling kenal ya? Hahaha sama-sama orang jogja lagi? Wah aku malu jadinya nulis tentang jogja. ada sepuh-sepuhnya haha. Kapan-kapan piknik ke jogja bareng seru ni mas. Haha suka aku sama jogja.

        Suka

      • mblusuk.com itu salah satu referensi saya dolan mbak. selama ini sih baru sebatas komentator di blognya mas mawi. ibaratnya pas suntuk, selain coba-coba cari sendiri ya buka aja blognya mas mawi, mau tempat apa aja ada. :mrgreen:

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s