Plesiran Indah ke Jogja (1) : Disihir Tanah Lot van Java, Pantai Kukup

[Travel Report] Hola gaes. Apa kabar? 40 hari lagi puasa gaes. Bagaimana kabar blog kamu? Sudah dipersiapkan untuk menyambut Ramadhan *lah*? Okay sepertinya aku udah gatel gaes liat beranda blog ku yang mulai krisis travel journey (bacanya laporan jalan-jalan gaes, biar kekinian haha). Untuk mengobati krisis, aku akan membail out blogku *indah krispi yah*efek kesemsem abang Bale di Big Short*.Β  Maksudku, aku akan mengisi blog ku dengan travel journey ku. Geli juga si bilang travel journey, oke maksudku laporan jalan-jalan ku. Jalan-jalan yang mau aku laporin itu jalan-jalan keliling Jogja akhir Februari kemarin. Jadi kronologi singkatnya, sehabis s***** aku dihadiahi jalan-jalan mewah oleh orang tuaku. Yah namanya jalan-jalan aku gak nolak. Apalagi sama orang tuaku. Itung-itung cari pahala dan cari yang ganteng mumpung gak sama si mas xixixixi *ditinggal nikah*. Gimana? Penasaran? Langsung kepo lah. Oh iya, seperti biasa, aku bagi-bagi yah partnya. Biar tanganku gak keriting ngetiknya dan aku gak nyedot wifi orang sembarangan haha *lirik ayahku*

Liburan ke Jogja tahun ini adalah salah satu keputusan paling spontan di hidupku selain keputusan s***** yang mendadak. Sekaligus menjadi pengalaman jalan-jalan paling indah yang pernah aku lakukan. Oke sebelum aku lanjutin laporanku, siapapun kalian yang happen liat blogku dan kalian orang asli Jogja, you really really have to be proud with ur province.

Sesuai slogan, aku menganggap Jogja itu Istimewa. Amat sangat Istimewa.

Terutama untuk daerah Gunung Kidul. I ever wrote caption on Instagram saying β€œGod was really happy when He made Gunung Kidul”. Menurutku, Gunung Kidul itu salah satu surga di Pulau Jawa. Ya mungkin dulu Gunung Kidul gak seperti sekarang. Some people alhamdulillah had changed Gunung Kidul jadi daerah subur and now look at it. It has lot of beautiful beaches, some waterfalls, some caves, some Instagramable spot (tetep wae), and beyond that, Gunung Kidul has beauty.

Salah satu daya tarik utama Gunung Kidul adalah pantainya. Beberapa pantai di Gunung Kidul itu sama kaya curug di Sentul, sekompleks. Haha maaf aku semena-mena. Maksudku, pantai di Gunung Kidul itu satu garis pantai dan dipisahkan bukit-bukit/gunung kecil dan diberi nama yang berbeda. Pantai yang aku kunjungi adalah pantai yang berada dalam satu kompleks. Jarak antara pantainya kira-kira hanya 1-3 km. Sayang banget aku gak bisa eksplor semua pantai disini, but Insyaalloh I will come back to Jogja. Gotta spend my honeymoon there maybe *katanya dulu di dieng*. Pantai pertama yang membuat aku ingin jadi warga Gunung Kidul adalah Pantai Kukup.

p

Pintu masuk πŸ˜€

IMG_20160301_110700 (Custom)

Welcome to this true beauty

IMG_20160301_111309 (Custom)

Mirip Tanah Lot kan ya?

Pantai kukup ini seperti gambaranku adalah Tanah Lot van Java. Pantai Kukup memiliki karang yang bisa kita naiki karena diberikan fasilitas jembatan oleh pengelola setempat. Karang tersebut mirip dengan yang aku pernah datangi di Batu Hiu, ditanami Pandan Laut. Oh I love both of them. Menurutku, laki-laki yang melamar wanitanya disini, surely had taste xixixi.

IMG_20160301_112448 (Custom)

no words beside beauty πŸ™‚

IMG_20160301_112341 (Custom)

Dari atas

IMG_20160301_112734_1458931463622 (Custom)

Pemandangan dari atas lagi. Cuma dari sisi lain

Pantai Kukup tidak memiliki garis pantai yang panjang, tapi tetap memiliki daya pikat luar biasa menurutku. Seolah aku disihir oleh peraduan terbaik senja di Yogya. Pasir putih, ganggang hjau di bibir pantai, ombak yang Β berburu satu sama lain, membuat aku lupa bahwa aku harus merevisi s***** ku haahahaha. I was enchanted lho gaes. Aku hanya punya satu kata : You have to visit this gaes. Kalian harus terpikat oleh cantiknya pantai ini.

IMG_20160301_111733 (Custom)

Stand alone

 

How to get here :

1. Rute dari Solo ke Pantai Kukup :
Lewat Klaten : Cawas – Semin – Watukelir – Karangmojo – Tanjungsari – Pantai Kukup.
Lewat Sukoharjo : Solo – Sukoharjo – Tawangsari – Semin – Watukelir – Karangmojo – Tanjungsari – Pantai Kukup.

2. Rute dari Jogja ke Pantai Kukup :
Jogja – Piyungan – Patuk – Sambipitu – Lanud TNI Gading – Siyono – Bundaran Tugu BPD lurus ke timur – Wonosari – Jalan Baron – Tanjungsari – Pos Retribusi Kawasan Pantai Gunungkidul – Pantai Kukup.
(sumber : tempatwisatamenarikdikunjungi.blogspot.co.id)

Tiket Masuk :

img_20160504_211413.jpg

Ini tiket masuk utama. Pantainya sekompleks kan hehe.

Biaya parkir rata-rata 5000 d tiap pantai hehe

Life lesson :

  • Jaga kebersihan ya gaes. Inget, secantik-cantiknya cewe, kalo dikasi make up yang jelek jadi kacau. It goes the same to Pantai Kukup. Kalo kalian kasi sampah, Pantai Kukup bisa jelek. Inget ya gaes.
  • Banyak tukang foto langsung jadi gaes. Mereka suka foto-foto candid dan bagus. Akibatnya, aku dan ibuku menghabiskan uang sampai 80 ribu karena foto yang doi ambil bagus (satu foto 10 ribu). Ada juga tukang foto yang ngkutin aku, Cuma aku langsung kabuur. Takut hiii. Harus dijagain nih tukang foto kaya gini -_-β€œ

IMG_20160301_114706 (Custom)

  • Jangan kesini saat musim liburan, mulai dari besok sampai minggu termasuk. Kata supir yang nganterin aku, jarak tempuh kota jogja ke Gunung Kidul saat liburan itu sama kaya Jogja-Jakarta naik kereta, 7 jam -_-β€œ Sama kaya nonton Civil War + AADC 2 dua ronde.
  • Es kelapa yang dijual disin muraah. Cuma 8 ribu satu batok kelapa. Satu hal yang gak aku pahamin, orang Yogya itu gak suka mark up makanan. Kereeeeeen :DDDDD

IMG_20160301_113242 (Custom)

  • Hati-hati dengan bulu babi di dekat ganggang hijau gaes. Jangan sampe kalian berakhir di rumah sakit Gunung Kidul, bukan di lokasi wisata kain hehe.

IMG_20160301_111726 (Custom)

Setelah ini ada beberapa pantai yang aku datangi lagi. Penasaran? Hehe keep reading Between Sweet and Sour.

Terakhir gaes, ada tambahan dariku. Aku turut berduka cerita yang benar-benar sedalam-dalamnya terhadap Yuyun gaes. Aku harap pelaku dihukum mati. Benar-benar mati. Aku tidak berharap mereka dimaafkan. Aku berharap mereka mati. They don’t deserve a life. Tetap waspada dan jagain wanita di sekitar kalian ya gaes.

Iklan

11 thoughts on “Plesiran Indah ke Jogja (1) : Disihir Tanah Lot van Java, Pantai Kukup

  1. Ping-balik: Plesiran Indah ke Yogya (4) : Kunjungan Singkat di Pantai Slili | Between Sweet and Sour

  2. Sebagai pendatang yang lama bermukim di Jogja, memang Jogja itu bikin betah, terutama karena alamnya yang indah. Kenanglah selalu Gunungkidul sebagai kabupaten yg dihuni banyak pasir putih. Bukan kabpaten yang kekeringan setiap musim kemarau. πŸ™‚

    Suka

    • Yaa terlepas hal kekeringan, menurutku Gunung Kidul tetap keren. perjuangan kabupaten itu untuk berubah patut diacungi jempol. ayah laboranku salah satu orang yang berjuang untuk gn.kidul. aku appreciate banget. aku yakin gn.kidul pasti bisa lebih berkembang, asal ada niat tulus untuk berubah aja dari pemerintah dan warga sekitar hehe

      Suka

  3. yap Pantai Kukup memang satu spot menarik yang masih bertahan dari gempuran kemunculan pantai-pantai baru bersama Baron, Krakal dan Drini, jujur aja sih dibanding pantai yang belum lama munculnya dan sudah ramai, masih lebih pilih pantai lawas sekalian atau yang sepi sekalian. πŸ˜€

    oya, suasana Bali lain di sisi selatan Gunung Kidul masih ada Laut Bekah yang katanya mirip di Uluwatu lho mbak. πŸ˜€

    Suka

    • Haha iya mas. Pantai baru banyak banget. Aku aja bingung waktu mau nentuin pantai apa. Untung ayahku pake baju legendaris. Jadi langsung dapet inspirasi haha. Wah iya mas? Aku ga tau. Aku note dulu deh. Haha. Aku suka banget sama pantai disini. Suka sama jogja haha

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s