Wisata di Kota Nanas (2) : Eksotisme Kabut Tangkuban Perahu

[Travel Report] Halo gaes! Selamaat hari jumat. Yeay besok weekend. Sudah merencakan akan menghabiskan weekend kemana? Kalau belum, aku sudah ada rekomendasi wisata buat kalian gaes.

Pos ini adalah lanjutan dari pos Wisata di Kota Nanas (1). Haha yaap. Setelah puas mandi/berendam/basah-basahan/basahin kaki, sekitar jam 12 aku dan ibuku memutuskan untuk keluar dari Sari Ater dan berencana menjajal wisata lain di Subang yaitu Gunung Tangkuban Perahu *sebenernya aku doang yang merencanakan buat ini haha*. Maklum aku susah puas   gak mau rugi kalo jalan-jalan. Jadi kalo udah jalan-jalan, semuanya mau didatengin. Tapi tetep mempertimbangkan kondisi tempat wisatanya. Jangan sampe ibuku kecapean. Kebetulan Tangkuban Perahu adalah gunung yang bisa dijangkau pake mobil, jadi ibuku gak harus cape-cape trekking. Jalan ke pasar aja ibuku udah ngos-ngosan apalagi trekking wkwkwk.

Aku udah pernah ke Tangkuban Perahu sebelumnya. Pas jaman SMA. Jaman masih lugu alay. Jaman Facebook-ku namanya Indah Dudul dan isinya curhatan kampret -__-” Haha malu kalo inget. Baidewei, langsung lah cek cek isi posnya 😀

Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu tempat wisata paling populer di kalangan anak sekolahan apalagi anak SD. Gunung ini erat kaitannya dengan dongeng tentang Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Cerita tentang Sangkuriang adalah salah satu cerita dongeng populer di Indonesia. No wonder hampir semua anak sekolahan tau tentang kisahnya. Cuma menurutku kisah ini gak terlalu baik sih. Kalo kalian suka baca manga dan nonton anime,  kisah Sangkuriang ini tergolong kisah ‘Incest’-kisah percintaan sedarah.

Kok tau sih ndah? Hayoooo

Untung aja Sangkuriang gagal buat perahu dan nendang perahu itu. Kalo misal jadi…..sumpah gak kebayang gimana dongeng yang akan dibuat. Itu pasti jadi kisah dewasa -__- Atau kalo kisah ini asli dari Jepang, pasti Sangkuriang bakal jadian sama Dayang Sumbi. Alhamdulillah kisahnya gak setragis itu. Alhamdulillah Sangkuriang asli Indonesia. Haha kalo kalian otaku pasti kalian tau lah yak.

Waktu aku kesini ruamaaaaai banget deh gaes. Macaaat. Butuh 1 jam dari gerbang masuk untuk ke gunung. Ibuku aja sampe frustasi. Aku juga. Belom lagi kabuut datang menyerbu. Cuma kabutnya romantis gaes. Aku berasa kaya di tempat syuting Lord of The Ring. Kaya pas Frodo mau ke tempatnya Sauron *anak lebay* Yuk lah langsung dicek. Baidewei, aku  gak ke kawah domas atau lokasi lain. Maklum sama ibuku hehe dan kondisinya berkabut. Ngeri aku. Jadi cuma ke kawah utama tok hehe

IMG_20160102_140345 (Custom)

Pintu Masuk. Maaf ngeblur

IMG_20160102_134450 (Custom)

Rameee. Gak bagus haha

IMG_20160102_133824_1 (Custom)

Papan Selamat Datang. Lagi-lagi banyak orang

IMG_20160102_132535 (Custom)

Kawahnyaaa. Sayang yah penuh kabut. But i feel it was so majestic

The edge side gaes. Majestic

Langsung liat foto ibuku dan mba Y dan K

IMG_20160102_132628 (Custom)

Three of them. Hasil sabotase tempat foto orang. Haha

Nah berhubung aku merasa belom puas dengan hasil foto yang ada, aku bergerak naik ke atas untuk bisa dapet spot foto lain. Tentu ibuku udah give up dan gak mau nemenin. Mba Y sempet nemenin tapi gak sampe atas. Akhirnya cuma aku dan K aja yang ke atas. Cuma kabutnya tebel banget dan kondisinya belom sholat. Jadilah aku cuma sebentar dan gak berani jauh-jauh.

IMG_20160102_132951 (Custom)

Titik tertinggi Mba Y. Abis itu Mba Y gak berani ke atas. Kayanya phobia ketinggian

IMG_20160102_132901 (Custom)

The crowd waaaw

Daan di atas sudah dipenuhi orang-orang juga. Cek langsung. Banyak yang selfie hehe

Aku dan K sempet beberapa kali foto. Cek langsung yaak

IMG_20160102_133710 (Custom)

Aku. Nunggu Bang Tom muncul dari kawah (?)

Sok artistik :p

Suasana akhir crowdednyaaaa : Sumpah kalo liburan tempat wisata bener-bener rame hehe

How to get here :

Jadi gaes, setelah dari Sari Ater, kalian tinggal lurus aja ke arah Bandung. Nanti sekutar 5-10 km, kalian akan nemuin papan petunjuk jalan yang kaya di depan. Pake G-Maps kalian aja ketik “Gunung Tangkuban Perahu” gitu gaes.

Kalo naik angkot :

  • Naik dari terminal Cicaheum Bandung maupun dari Jalan Merdeka ke terminal Ledeng (ongkos: sekitar Rp. 4.000 dan Rp. 3.000 (tanya warga sekitar untuk ongkos terakhir), masing-masing, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit). Dari terminal Ledeng naik angkot “Bandung-Subang” dan berhenti di depan pintu masuk utama Tangkuban Perahu (tarif: sekitar Rp. 15.000) Pilihan lainnnya yaitu dengan naik angkot dari “St Hall” di pusat kota Bandung ke Lembang (ongkos: sekitar Rp. 10.000). Dari Lembang naik angkot ke Cikole (ongkos: sekitar Rp. 3.000 selama 30 menit perjalanan) dan dilanjutkan dengan naik angkot “Bandung-Subang” ke pintu masuk utama Tangkuban Perahu (ongkos: sekitar Rp. 15.000). Dari sana, naik mobil elf yang disediakan penduduk setempat ke Kawah Ratu dengan tarif: sekitar Rp.60.000/orang (untuk sekali perjalanan) atau sekitar Rp. 90.000/orang (untuk pulang pergi), Sedangkan untuk rombongan (minimal 10 orang), tarif mobil elf bisa lebih murah, yaitu sekitar Rp. 25.000/orang untuk satu kali perjalanan atau sekitar Rp. 50.000/orang untuk pulang pergi. Tarif ini bisa dinegosiasikan, karena itu cobalah menawar untuk mendapatkan tarif yang lebih murah
  • Jika Anda pergi ke Tangkuban Perahu dengan menggunakan bus, Anda akan diturunkan di Terminal Jayagiri. Dari sana lanjutkan dengan naik bus kecil ke Kawah Ratu (tarif: Rp. 5.000), namun Anda harus bersabar karena pada umumnya mini bus akan baru akan berangkat jika muatannya sudah atau hampir penuh. Menyewa mobil dari Lembang ke kawah bisa menjadi pilihan bagus (tarif: Rp. 25.000/orang hingga Rp. 40.000/orang). Tarif ini masih bisa dinegosiasikan. Pastikan Anda mencapai kesepakatan tarif dengan sopir sebelum naik

(info dari : jotravelguide.com)

Tiket Masuk dan Jam Buka :

Jam buka : setiap hari, pk. 7:00-17:00, pk. 7:00-14:00 (Kawah Domas)

Tiket Masuk : Wisatawan Indonesia Rp. 25.000 (hari biasa), Rp. 30.000 (hari libur)
Wisatawan asing Rp. 200.000 (hari biasa), Rp. 300.000 (hari libur)
 Sepeda Rp. 7.000, sepeda motor Rp. 12.000, mobil Rp. 25.000, bus Rp. 110.000

(info dari : jotravelguide.com)

Life Lesson :

  • Kalo kalian gak siap dengan keramaian, jangan pernah dateng ke tempat wisata saat liburaan. Sumpah rame banget. Kalo kalian gampang tersulut ’emosi’ saat ramai, mending avoid deh. KOndisi disini rame banget. Kondisi kaya gini yang buat banyak orang mengkritik trend pejalan saat ini yang ‘sudah keluar track’.  Kalo aku sih gimana yak. Jalan-jalan adalah hak semua orang. As long as they could behave well, i dont think that we could prohibit them. Aku berbincang yak sama orang yang jual gorengan disini, mereka omzetnya naik. Yaa seneng liat orang daerah sini bisa kelimpahan rejeki juga. Gak selamanya buruk si gaes.
  • Pergi sama orang tua harus sabar karena ibuku gak sabaraaan banget. Haha yaa aku seneng-seneng aja si, cuma emang kalo jalan-jalan harus sabar. Aku bilang gitu ke ibuku. Ibuku gampang panik. Yaa maklum udah tua. Jadi harus sabar. Tapi tetep jalan-jalan abreng orang tua wajiib
  • Gak selamanya kabut dan mendung itu buruk. Aku lumayan seneng dengan hasil photoku walau belum bagus dan profesional banget. Tapi aku merasa majestic gitu fotonya  meski aku jujur gak tau majestic artinya apa -________- Ikutin 9gag doang
  • Gara-gara ini aku ngerasa kalo gunung itu emang candu. Cuma gunung langsung nyampe atau gunung wisata doang. Tapi aku seneng dan ngerasa kalo gunung emang buat kecanduan.

Habis dari sini, aku dan ibuku mampir foto-foto di kebun teh. Lagi-lagi ideku haha. Buat feed instagram. Wkwkwk maaf ya mak anakmu kecanduan media sosial

IMG_20160102_145047 (Custom)

Kebun teh di pinggir jalan

IMG_20160102_145105 (Custom)

Mba Y dan K. Abis liat foto ini, ibuku nyesel gak ikut foto. Hahaha ini karena kameranya mayan aja mak

IMG_20160102_145533 (Custom)

Another majestic photo from me. Taken : Redmi 2

Kondisi kebun tehnya

IMG_20160102_145316 (Custom)

Akhirnya ada foto aku. OOTD : Baju @gradestyhouse, Celana Louis, Sendal St.Yves (merk matahari), Tas Elle

So gaes, ini adalah akhir dari posku. Hehe hope you like it. Keep reading my blog yaak. See you tomorrow with PIK report and LeuwiHejo hehe

IMG_20160102_132549 (Custom)

Bai bai

Iklan

6 thoughts on “Wisata di Kota Nanas (2) : Eksotisme Kabut Tangkuban Perahu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s