Dua tahun lagi ndah? Yakin?

Halo gaes! Hehehe sudah dilanda rindukah dengan tulisanku? Sekarang aku kembali :D. Seperti biasa, kalau aku kembali dari persemedianku, aku akan datang dengan pos tentang masa depan which is…menikah! Huahaha yaa maklumin I’m still in my early 20something guys hehe jadi kebawa virus KUA.

weddingplans

wedding planner : kesiapan dari diri sendiri

Di pos kali ini, aku gak mau membahas tentang teknis resepsi pernikahanku. Alhamdulillah untuk itu aku udah dapet kandidat terkuat untuk catering dan printilannya. Jadi tinggal disurvey-survey dikit dan nawar-nawar hahaha. So what I wanna write here is justru persiapan di diriku untuk menikah. Sejujurnya aku mempertanyakan apakah aku siap untuk menikah dalam dua tahun lagi atau tidak. Ini mungkin bisa jadi refleksi kalian bila ingin melakukan pernikahan dini. Sebuah ketakutan sekaligus strategiku untuk menjadi seorang istri. Yuk dikepo aku yang soktau ini :p

Sebelum aku mulai orasi ilmiah (?) ku, aku ingin bilang kalo ini semuanya hanyalah pikiranku belaka. Bila ada kejadian yang sama, atau kondisi yang serupa maka harap maklum kita adalah manusia yang tidak sempurna (asik ni rimanya haha). Yang kutulis disini resmi hasil pikiran bengongku. Hehe daripada aku merenung sendirian, mending aku ngajak kalian hahaha.

Di awal 20-an, menikah adalah sesuatu yang viral untuk wanita. Termasuk untukku. Namun, semakin aku merenung alias bengong ku menyadari bahwa pernikahan itu bukan sesuatu yang main-main. Bahwa nikah sejatinya adalah ibadah untuk Alloh. Bahwa pernikahan itu suci dan melibatkan banyak pihak. Dan karena itu aku memikirkan banyak hal. apa persiapanku untuk menikah? Sudah sejauh mana? Yakin sudah ingin melangsungkan kehidupan bersama orang lain dan berketurunan?

Naah karena pikiranku sedang bener, jadilah aku merenung dan mengevaluasi diriku. Hal-hal apa aja yang harus aku persiapkan, sejauh apa hal-hal yang harus aku perbaiki, dan seperti apa aku ingin rumah tanggaku kelak. Asik ya bahasanya. Bakat jadi mamah indah :p

Karena aku seorang wanita, maka kodratku menjadi istri (ya iyalaah kecuali aku Srikandi yang transgender sama Sthuna)

Cium-tangan-suami-selalu

Ceritanya ini gambar istri soleha ya gaes hehe sumber : photobucket.com

Istri apa? Tentu istri sholeha. Istri soleha itu apa? Menurut temenku, soleha itu menaati  suami. Jadi intinya yang pertama aku ingin evaluasi adalah pertanyaan :

Apakah kamu udah siap untuk taat sama suami, ndah?

Hemmm sejujurnya dari sekian banyak pikiran randomku, menaati suami adalah hal yang sedikit aku takuti. Mengapa? Karena aku selalu bebas. Dari aku kecil aku dibebasin ibuku untuk memilih apa yang aku suka (anak bontot soalnya ^^v). Dan aku berfikir bagaimana kalo aku punya suami yang pasti akan mengikutsertakan kepentingannya dan memikirkan kepentingan lain pada kehidupanku. Cause both of us live on the same boat which have to move towards together, for a better living.

Kalian tahu, surga dan neraka istri itu ditentukan dari suaminya.

Jadilah ini yang aku latih. Aku mencoba untuk nurut kata si mas. Meskipun aku seringkali ingin protes, tapi aku tahan. Aku mencoba menanggapi si mas dengan cool headed. Alhamdulillah si aku nurut sama si mas. Hehe yaa meskipun kadang suka bandel juga tapi overall aku nurut sama si mas. Kebetulan si mas rasional. Jadi apa yang dilarang dan dibolehin si mas masuk juga ke logikaku. terutama untuk frugal living yang amat sangaat susaaah aku jalani hahaha. Kalo kalian wonder kenapa contohnya si mas, karena calon suami terkuat adalah si mas hehe. Kandidat calon suami paling potensial kali yak lebih tepatnya.

Untuk itu, cari laki-laki yang deserved mendapati taat kalian duhai wanita haha *suaranya niru bima*. Menurutku menikah dengan laki-laki yang gak deserved hanya buang-buang waktu. Nikahi laki-laki yang dewasa, akhlaknya baik, sikapnya baik, dan sayang sama kalian. Jadi kalian akan seneng taat sama dia. Kalo aku sejujurnya berdoa untuk gak dapet suami yang temperamen. Yang hobi marah-marah hehe selera pribadi lah yak. Aku gak suka diomelin sama orang yang aku sayang. Kalo dia bos atau orang lain yaa gapapa lah.

Nah kalo udah dapet deserved man, kalian harus cool headed ngadepin suami. Karena ketika kalian menikah, kalian gak bisa terus menerus menggunakan kata ‘aku’, ‘aku’, dan ‘aku’. Ketika kalian menikah, kata ganti yang akan lebih sering digunakan seharusnya ‘kita’, ‘kamu’, dan kita. Belajar untuk taat sama ucapan suami. Surga lho jaminan wanita soleha yang taat sama suami. Tapi tetep gunain logika kita juga. I mean misal suami minta B**M ya kalian nolak lah, kecuali kalian suka dicambuk-cambuk macem adegan 50 shades of grey which is so damn not real ya guys. That’s why wanitaaa, kalian juga harus pintar. Biar bisa mengimbangi suami hahaha.

Karena manusia tidak sempurna, menjadi lebih baik itu bukan hal mustahil (lho?)

pemalas

kepribadianku paling kacau : pemalas dan suka bobok ^^v sumber foto : http://ciricara.com/

 

As a human being, aku tidak sempurna. Sangat tidak sempuna menurutku. Aku apalagi. Ada banyak hal yang membuatku tidak sempurna. Sifat terburukku adalah penunda dan pemalas. Im a type of lazy girl. Hahaha ini ko aku menjelekkan diri sendiri. Ntar ga dilamar-lamar baru deh gegana :p. yaa emang masih banyak sifat buruk di diriku. Tapi dua hal yang paling aku sadari adalah ini. a kind of big miss for me. Aku menyadari hal ini. dan aku sendiri bingung bagaimana harus mengubahnya. Dalam dua tahun lagi. Aku benar-benar ingin berubah. Tidak menjadi penunda dan pemalas. Hemm ada ide kah untuk mengubah hal ini? benar-benar dibutuhkan niat dan bantuan dari orang sekitar menurutku. Aku rasa aku membutuhkan energy booster alami karena aku mudah ngantuk dan malaas (alasan hahaha). Doain yaa gaes aku bisaa

Untuk kalian yang masih penunda dan pemalas, kalian harus berubah gaes. Menikah itu akan melibatkan banyak pihak suami, anak, dan keluarga suami. Bisa dibayangkan kalo kita masih jadi pemalas. Anak dan suami terlantar. Suami bisa cari perhatian di rumah orang, syukur-syukur bukan istri orang, anak gak keurus pendidikannya, mertua kesel liat tingkah laku kita, etc. so, kita evaluasi diri kita dulu yuk dan berubah 😀

Karena menikah bukan setahun dua tahun, maka bisa dipastikan menoleransi kepribadian suami adalah kewajiban

couplebadfight362

Menolerir suami, biar gak ribut begini haha. Sumber : detik.com

Pisang sesisir aja beda-beda ndah apalagi orang. Peribahasa asal dari ibuku ini membuat aku dari dulu selalu percaya bahwa manusia berbeda. Tinggal bagaimana aku mau untuk menolerir mereka. Sejujurnya menolerir sikap orang itu susah untukku. Yaa berhubung kodratku plegmatis, pada akhirnya aku fine-fine aja dengan sikap orang yang jauh beda denganku. Tapi kemudian aku mikir, bagaimana kalo suamiku orang  dengan sikap yang beda jauh denganku? Menikah itu akan berlangsung lebih dari satu dasawarsa dan apakah aku bisa menolerir selama itu?

Ini yang aku pikirkan. Kalo aku jadi menikah dengan si mas, sifat si mas itu bertolak belakang denganku. Hampir gak ada samanya kecuali hobi si mas yang sama, yaitu jalanjalan. Selebihnya kita berbeda. Si mas melankolis tulen, aku sanguinis. Berbeda. Hanya saja aku bersyukur si mas memiliki campuran plegmatis juga, bukan koleris. Satu hal, aku memang tidak ingin menikah dengan koleris yang hanya akan membuatku tertekan. Hahaha jadi ini sudah kuantisipasi. Aku mempelajari kepribadian orang-orang dan menentukan kepribadian apa yang gak cocok denganku. Kalian juga lebih baik seperti itu. Mempelajari seperti apa pasangan yang kalian inginkan, sifat dan sikapnya. Jangan maksain kalo gak cocok dan menganut kepercayaan orang akan berubah seiring berjalannya waktu. Belum tentu! Nikah itu bukan percobaan ya sodara-sodara. Use your consideration more. Menolerir suami tentu akan menjadi kewajiban menyenangkan ketika sifat dan sikap suami itu bukan sesuatu yang ‘fundamental’ berbeda dengan kita. Seperti aku yang gak bisa menolerir suami temperamen. Aku gak akan mau menikah dengan laki-laki temperamen. aku gak bisa menolerir orang yang mudah marah. Haha jadi curhat. Tapi intinya sih ini. Jadi, teliti lagi ya sifat dan sikap serta kepribadian pasanganmu hehe.

Karena menikah di Indonesia berarti menikahi keluarga suami juga, aku harus belajar menyayangi keluarga suamiku tulus seperti keluarga sendiri

Cara-menjalin-hubungan-dengan-mertua

sumber : bisikan.com

Ini adalah sesuatu yang menyenangkan sejujurnya untukku. Aku akan memiliki keluarga baru. Sebelum pos ini aku lanjutkan, sejujurnya aku berharap keluarga baru ini keluarga si mas. Hahahaha. Amiin :p

Kalian sering denger kan ya kasus antara mertua vs menantu, ipar vs istri, dan keluarga suami vs istri. Yaa minimal kalo kalian gak pernah denger tapi pernah nonton oh mama dan oh papa. Hiahaha anak dewasa premature. Untuk kasus vs itu aku gak tau si kebanyakan yang salah dimana. Hanya saja ibuku bertitah,

“kita itu harus baik ndah sama keluarga suami ndah. Terutama sama mertua. Mereka itu kan orang tua kita juga.”

Titah ibuku ini kuterima dari aku SMP. Satu hal, ibuku adalah konsultan utama hidupku. She taught me many many lessons. Salah satunya adalah ini. memiliki hubungan baik dengan keluarga suami. No wonder ibuku satu-satunya mantu nenenkku yang gak pernah bermasalah dengan ipar, istri dan suami ipar, juga mertuanya.

Aku ingin bisa meniru ibuku. Kalian juga ya gaes. Satu-satunya strategiku untuk ini hanya belajar mencintai dengan tulus dan iklas. dengan begitu, aku akan terbiasa menganggap keluarga suamiku adalah keluargaku juga sehingga hubunganku bisa berjalan baik. yaa gak ada gading yag tak retak sih ya hanya saja, permasalahan yang terjadi menurutku karena kedua belah pihak belum iklas dan tulus. untuk hal ini takes time gaes. Dan aku rasa, as long as I wanna learn, insyaalloh aku bisa mencintai dengan tulus. asiikk udah macem konsultan cinta gituu :p

Karena laki-laki susah mengurus diri sendiri, maka aku harus belajar mengurus suamiku dan juga seluruh keluargaku

sarapan-sehat-bugar-130903b

ceritanya aku abis buatin sarapan. Yang perlu dicatat, aku gak bakal mau buat sarapans ereal macem gini. i am surely a milk haters haha sumber: liputan6.com

Refleksiku selanjutnya adalah mengurus suami. Mengurus diri sendiri aja aku udah kelimpungan apalagi ngurus suami -___- Tapi ini yang harus aku hadapi. Ngurus suami dimulai dari pagi hari. Mulai dari bangunin, beresin tempat tidur, nyiapin baju, nyiapin sarapan, bahkan sampe beresin baju. Ini belum ditambah punya anak yang udah pasti belum bisa ngurus diri sendiri juga. Kebayang kan hecticnya? Belum lagi kalo suami pulang. Harus ngurusin mulai dari beresin perabotan doi, nyiapin the anget, nyiapin makan, nyiapin air panas kalau doi mau mandi, dan nyiapin tenaga ekstra kalo doi minta kelonan *sejujurnya yang terakhir yang paling melelahkan* haha. Syukur-syukur suami pengertian dan jago ngurus diri sendiri.

Bangun pagi aja aku masih susah. Solat subuh aja aku injury time mau dhuha. Hahaha ini sejujurnya jauh lebih susah daripada taat sama suami. Aku mengakui bahwa untuk ini aku belum ada persiapan. Setiap abis solat subuh aku tidur. Mungkin karena efek aku belom kerja jadi belum ada kebiasaan.

Terus strategi kamu apa ndah untuk ngurus suami?

Jadi untuk ini, aku fokusin untuk bangun tidur jam setengah 5 rutin, beberes tempat tidur, buat sarapan sendiri, mandi, bantuin emak. Pokoknya ikutin rutinitas ibuku yang super woman itu. katanya butuh 60 hari untuk mengubah suatu kebiasaan atau menambah kebiasaan baru. Intinya sih untuk satu tahun ke depan aku mau membiasakan kebiasaan ini. Jadi morning person. Aku harus jadi morning person untuk ngurus suamiku nanti dan anak-anaku juga.

Dan sejujurnya yang terberat adalah kelonan. Kalo sampai saat ini, kalian membayangkan sex itu sesuatu yang menyenangkan, tunggu sampai kalian menikah. Aku sejujurnya membayangkan hal itu. ketika nanti aku pulang kerja, lalu harus ngurus ini itu, dan masih harus mengeluarkan tenaga di kasur -____- yaa banyak sih tips n trick untuk menghilangkan lelah saat ingin melakukan aktivitas di Kasur. Cuma tetep aja…..aku membayangkan this will be overwhelmed. Syukur-syukur kalo suami pengertian untuk melakukan aktivitas saat weekend, tapi sok tauku kalo pengantin baru it wont happen. Haha duh ini bahasannya ko dewasa kasur-kasur mulu . tapi sejujurnya ini menjadi concernku. Doakan aku bisa mencari solusi untuk ini haha because when you marry someone, sex is something important in marriage. You cant deny it -_____-

Tapi kemudian aku teringat sesuatu. Ibuku bilang menikahlah dengan iklas. Ngelayanin suami iklas, mendidik anak iklas, semua-semua iklas. Insyaalloh dimudahkan sama Alloh :p Kalo ngeluh mulu, jadinya cape sendiri dan semuanya gak keurus.

Karena laki-laki tidak menggunakan kacamata kuda, untuk itu aku harus menjadi godaan terbesar untuk dirinya

images

Sayang, laki-laki gak pake kacamata kuda. sumber : dienafukiha.blogspot.com

Oke sejenak kita pergi dari Kasur dan beranjak ke masalah yang gak jauh-jauh dari kasur yaitu tempat dandan alias toiletries problem. Satu hal yang harus diingat, laki-laki mengalami pubertas hingga 3 kali atau lebih ya. Intinya di umur belasan, 40-an, dan 60-an mereka pubertas kalo aku gak salah. Ini yang ngebuat laki-laki disebut keladi, makin tua makin jadi. Gak heran sering liat laki-laki udah tua malah nambah istri terutama di umur 40-an atau udah kakek-kakek malah melakukan tindakan asusila. Ini dikarenakan mereka puber kedua dan seterusnya. Sedangkan wanita mengalami menopause yang membuat stamina dan kemampuan melayani suami menurun *dengerin dr.boyke dari kecil* haha. Nah disini peran asupan makanan, olahraga, dan kemampuan merawat diri yang paling penting.

Merawat diri itu penting. Hanya saja buat wanita setengah laki-laki kaya aku, merawat diri itu menyusahkan. Bener-bener menyusahkan. aku sejujurnya masih suka meringis sendiri melihat kondisi tubuhku. Lemak dimana-mana, badan gak suka dilulur, badan kurang berisi dan membentuk yaa intinya belum kerawat. Nah berhubung momennya pas, 2016 akan menjadi tahun perubahanku. Huahaha teorinya sih. Aku sedang menyusun teori jadwal perawatan, jadwal olahraga, sampe jadwal nyalon. Intinya aku ingin menjadi paripurna (bukan jadi rapat DPR ye). Tentu aja ini akan berjalan kalo aku gak procrastinate semua teori hahaha. Aku rasa dua tahun cukup untuk masalah ini. Aku benar-benar ingin membiasakan merawat diriku. Telat setahun aja menurutku a big loss. Lebay sih. But when I marry, I wanna become a deserved woman for my man later J I really wanna become my man’s biggest temptation ever *sok seksi* haha. Lagian, alasan wanita itu dinikahkan yang pertama adalah karena kecantikannya lho haha

Karena printilan kecil ini juga belum aku kuasai, aku ragu dua tahun lagi aku siap menikah

Printilan ini bersifat teknis tapi belum aku kuasai sampe sekarang. Huahaha mau tau? Ni ni ni haha

Masak

0227734

Laura Vitalee si jago masak seksi yang kecee. One of my idol. sumber foto : http://cdn.ulive.com/

Masak ini sesuatu yang menjadi kesepakatan umum untuk menikah. Kalo mau nikah harus bisa masak. Meskipun aku gak setuju kalo ini dijadiin syarat, tapi emang hal ini krusial. Dengan ancaman-ancaman kalo gak bisa masak “suami akan jajan diluar” lah, “suami betah di dapur orang” lah, tentu aku menjadi panic. Aku gak mau suamiku kecanduan makanan orang lain. As I said, I wanna become my man’s addiction, temptation. That’s why aku mau belajar masak dengan lebih serius. Sebenernya aku udah belajar bulan-bulan kemarin, tapi bulan-bulan ini, diriku terlena dengan online shopping dan skripsi yang menyita waktu hahah. Alhamdulillah ibuku one of the best chef that I had ever known jadi aku udah punya guru masak. Tinggal rajin aja bergurunya haha. Nah ini sejujurnya yang aku takutin gak bisa kesampean 2 tahun lagi. Untuk itu 2016 aku benar-benar ingin serius. Timeline lagi aku susun. Kalo udah jadi akan kubagikan dengan kalian. okay 😀 semoga keburuuu >.<

Beberes Rumah

ibu-rt

Aku paling males kaya gini -_- sumber : https://nungkybui.files.wordpress.com

Salah satu hal yang paling ibuku sebel dari aku adalah aku yang seperti para kurawa, suka ngeberantakin rumah. Ibuku kesel kalo liat aku yang males untuk sekedar ngangkat gagang sapu dan nyapu rumah. Haha yaap. Aku masih males untuk beberes rumah. Kata ibuku, beberes rumah itu wajib untuk istri. Ibuku mengapresiasi sih rajinnya aku kalo disuruh cuci piring, tapi ibuku paling gak suka liat aku yang masih males untuk gerakkin badan dan rapiin rumah. Mom said, if you wanna marry two years from now, kamu harus rajin ndah bersih-bersih rumah, rapihin tempat tidur dan banyak hal normative lain. Hahaa printilan yang kaya gini yang ngebuat aku pesimis dua tahun cukup untuk persiapan nikahku hahaha. Ibuku udah kasih deadline, 2016 aku harus belajar menangani rumah mulai dari weekend aja. Belajar beberes dari pagi. Huahahah ribet juga persiapannya yak

HEMAT

143449_diskon_663_382

Aku, melihat kata sale sumber foto : http://3.bp.blogspot.com/

Ok, sifat burukku yang mungkin paling kalian beratkan duhai kaum adam adalah borosnya wanita. Aku adalah salah satu wanta itu. aku boros. Teramat boros ahahaha. Bener-bener boros. Alhamdulillah aja mukaku gak boros (lho?). mungkin yang menyebabkan aku boros adalah tahi lalat di tanganku haha gak sebab sih bos. Memang aku sulit mengerem keinginanku. Yaa semacam belum bisa mengontrol hawa nafsu. Satu-satunya cara untuk mengerem keinginanku adalah dengan mendebit otomatis uang di atm. Tapi tetap keuangan aku yang mengontrol. Harus aku. Di pos kapan-kapan akan aku jelaskan mengapa seorang istri sebaiknya mengatur keuangan rumah tangga hahaha. Naaah untuk itu aku butuh latihan.

Aku sejujurnya bingung bagaimana cara konkrit untuk mengatur keuangan tanpa tergoda onlensyop. Dua tahun waktu yang aku targetkan untuk ini. aku harus belajar untuk bisa tahu menahu tentang keuangan. Bagaimana cara menganggarkan uang bulanan, uang lanjalan, uang pendidikan (untuk ini, aku akan sekolahkan anakku di SD-SMA negeri biar gratis huahaha), uang kesehatan orang tuaku yang mulai renta dan uang tak terduga. Mungkin aku akan belajar buat cashflow konkrit dulu kali yak, belajar puasa mata, belajar frugal living yang konkrit. I need time for this. Kalo kalian boros sepertiku, pengendalian diri itu yang paling utama. Bentuk konkritnya yang masih aku bingung. Training seperti apa. Hemmm butuh guruuu untuk ini hohoho. Mungkin ibuku bisa atau abangku yang pertama. Heheh intinya ini jadi concernku.

Madrasah yang baik

cara-mendidik-anak-yang-baik

Semoga anakku seganteng ini (lho?????) sumber : soperwa.com

Aku pernah mendengar dari salah satu wanita bijak di sekitarku yang bilang kalo seorang ibu adalah madrasah atau tempat pendidikan yang baik untuk anak-anaknya. Sebuah madrasah menurutku meliputi beberapa hal. Madrasah itu mendidik muridnya tentang agama. Tentang hubungan murid dengan Tuhannya. Sebuah madrasah juga mendidik murid untuk mempelajari ciptaan-Nya. Madrasah juga tidak luput dari peran dalam mendidik muridnya menjadi seorang ‘manusia’. Lalu sejauh apa persiapanku menjadi madrasah untuk anakku kelak? Aku akan menjadi seorang ibu. Menjadi seorang pendidik utama di kehidupan anakku kelak. Lalu apa persiapanku? Mendidik anak tidak seperti belanja di online syop, kalau gagal bisa diulang lagi.

Untuk ini aku belum tau (cape cape menjabarkan malah gak tau haha). Aku hanya berfikir bahwa aku ingin mendidik anakku seperti aku ingin dididik. Aku tidak ingin terlalu perfeksionis atau idealis dalam mendidik anakku kelak. Aku ingin mengajarkan dia untuk ‘hidup’. Selama ini, aku merasa kurang hidup. Kurang bersyukur. Kurang menjalani hidup. Sedikit menjelajah. Sedikit mengetahui. Kurang ingin tahu.

That’s why untuk anakku kelak, aku berharap mereka menjadi ‘hidup’. Sinar mata mereka selalu diisi rasa ingin tahu. Rasa ingin menjelajah. Rasa tidak pernah puas akan pengetahuan. Hati mereka selalu diisi syukur kepada Alloh untuk segala rahasia kehidupan yang ada. Hehe aku ingin mereka mengetahui apa yang tidak aku ketahui. Aku ingin merek dekat dengan Tuhanku, lebih dekat dariku. Aku ingin mereka belajar dari kesalahan dan tidak pernah menyerah.

Dan mungkin, caraku untuk belajar adalah dengan membaca dan menjelajah. Makanya aku hobi lanjalan (modus) 😀

****

Jadi ini adalah refleksiku. Beberapa mungkin terlalu jujur haha. Intinya, aku ingin terus belajar dan memperbaiki diri. Semoga aku bisa menjadi lebih baik dua tahun lagi. Semoga :d

Kunci dari pernikahan menrutku ikhlas. menurutku ya. Aku melihat ibuku berdamai dengan ayahku bertahun-tahun, karena ibuku iklas. Ibuku mewanti-wanti untuk ikhlas kalau sudah menikah. Makanya, cari suami yang bener, biar iklasnya makin iklas :P. Aku harap kalian juga ya gaes. Feelingku beberapa kekuranganku terjadi juga di kebanyakan wanita ahaha. Yuk kita bebenah diri 🙂 Belajar jadi lebih baik lagi.

Be a deserved woman for your husband later and marry a deserved man for you 😀

Dua tahun lagi ndah? Yakin?

Insyaalloh yakin ko 😀

Iklan

One thought on “Dua tahun lagi ndah? Yakin?

  1. Ping-balik: Memadukan Niat dan Latihan dalam Memasak | Between Sweet and Sour

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s