Jangan Lupakan Aku Gaes [3] : Goa Gudawang

[Travel Report] Halo Gaes! Apa kabar? Selamat malem minggoeย bagi yang menjalankan, dan selamat membaca untuk yang jomblo :3 hoho. Aku sedang ingin menyelesaikan posku tentang lawatan ke abandoned place di Bogor. So check this out more ๐Ÿ˜€

“Apa?? Ada Goa di Bogor??”

Serasa mimpi gitu aku ternyata [akan] mengunjungi sebuah gua. Bukan gua yang sedang hits macam di gua pindul, melainkan kind of abandoned cave on Bogor. Feels so mixed : between happy and so much curious. Balik ke wordpress, Goa Gudawang itu letaknya nyaris di Jasinga, tapi bukan di Jasinga. DItemukan tahun 1990, Goa ini dulunya tempat wisata yang ramai dikunjungi. Namun, sekarang goa ini kehilangan pesonanya dan dapat dikategorikan ‘ter-abandoned’.

That’s why aku mulai menyadari arah travellingku, mengunjungi tempat-tempat yang sedikit ‘terlupakan’ agar orang kembali mengingatnya ๐Ÿ˜€

Tentu gak mudah gaes untuk bisa mempromosikan pariwisata, tapi aku tidak ingin menyerah….benar-benar tidak ingin!! *matanya jadi hijau* (lho???).

Welcome to Goa Gudawang :D

Welcome to Goa Gudawang ๐Ÿ˜€ Abaikan abangnya yak gaes

Jadi Goa Gudawang itu komleks Goa dan gak ada yang namanya goa gudawang di komplek ini haha. Di goa ini terdapat kurang lebih 12 goa, namun cuma 3 yang terbuka untuk umum yaitu Goa Sipahang, Goa Simasigit, dan Goa Simenteng. Goa ini kata guide-ku memang lebih banyak dikunjungi sama mahasiswa yang penelitian. Mungkin mahasiswa Geologi. Feelingku sih haha. So kita langsung ke galeri nyok

Pesan Penulis : Foto-foto disini karena keterbatasan penerangan dan device untuk memoto serta kondisi di dalam goa yang minim oksigen. Jadi tolong dimaafkan ya

Ini awal dari Perjalanan

Ini awal dari Perjalanan

Ini gos simenteng. Goa yang paling ramah untuk dikunjungin

Ini gos simenteng.

Jalan yang sudah dilengkapi penerangan disini

Jalan yang sudah dilengkapi penerangan disini

Kalian harus melewati celah-celah kaya gini yang buat kalian harus jongkok, basah kena air haha

Kalian harus melewati celah-celah kaya gini yang buat kalian harus jongkok, basah kena air haha

Another way

Another way. Sudah dilengkapi tangga

DI beberapa bagian goa, ada airnya. Klao musim hujan katanya bisa sampe se dada

DI beberapa bagian goa, ada airnya. Klao musim hujan katanya bisa sampe se dada

Untuk sampai ke ujung Goa, kita harus melewati jalanan berair lumpur gitu. Huahaha

Untuk sampai ke ujung Goa, kita harus melewati jalanan berair lumpur gitu. Huahaha

Ujung dari goa-nya

Guide-nya

Aku yang sedang difoto

Aku yang sedang mencoba candid

Aku dan si mas

Aku dan si mas. Kalian bisa liat stalaktitnya kan ya?

Perjalanan ke Goa Gudawang ini sangat berkesan karena pertama kalinya aku caving. It’s amazing. Gak paham sama sensasinya. Aku mau lagi caviing pokoknya haha. Goa ini cukup panjang si dan beberapa part di goa ini terendam air, artinya kalo bogor balik ke kodratnya jadi kota hujan, kalian gak bisa lewat sini. Airnya bisa se-dada, as i explained above. Ujung goa ini kaya ruangan gelaap yang dipenuhi kelelawar. goa ini belum digali lagi si hehe dan feelingku kalo dibuka lagi bisa lead to somewhere gitu haha.

Aku saranin banget banget untuk gak ke goa ini kalo kamu punya peyakit pernapasan terutama asma. You’ll be kinda dying here. Di dalam goa ini bau kotoran kelelawar dan pengap. Untuk sampai ke ujung goa ini kalian juga harus merendam setengah kaki ke air dan harus menuruni beberapa anak tangga dulu di pintu masuk. Dipastikan fisik kalian harus kuat. Aku wanti-wanti ya, kalo kalian gak suka kotor, gak suka cape, dan yang terpenting kalo kalian sakit, jangan kesini. This is not suitable for a sweet kind travelling. It is simply a kind of mini adventure.

Goa kedua yang aku datengin dengan si mas adalah goa simasigit. Goa ini panjangnya cuma 40 m dan goa ini adalah goa yang everybody can visit. Semuanya bisa dateng kesini menurutku. Jadi kalo kalian mengunjungi goa Gudawang, goa ini yang paling mungkin untuk didatangin. Goa ini punya ventilasi yang baik dan terang. So this is surely for all of you

Goa Siamsigit ad di bawah sana

Goa Siamsigit ad di bawah sana. Ini pemandangan di sekitar Goa Gudawang

Stalaktit Goa Simasigit

Stalaktit Goa Simasigit. Itu ujungnya udah keliatan

Aku dan si mas di Stalaktit Goa simasigit :D

Aku dan si mas di Stalaktit Goa simasigit ๐Ÿ˜€ Maaf agak alay hahaha

Setelah dari sini, si mas penasaran untuk ke Goa Sipahang. Goa ini goa terpanjang dan ‘paling ekstrim’ di antara dua goa lain. Si guide ku malas-malas an kesana. Tapi si mas insist dan si mas menang. Disini aku gak bisa ngambil gambar karena disana bener-bener gak ada penerangan! Sumpah ekstrim.

Dari goa Simasigit, kalian harus berjalan kurang lebih 300 m untuk sampai di goa Sipahang. Di dalam goa, jalanannya lebih susah karena celah goa lebih sempit dan bener-bener gak ada penerangan kecuali dari senter si guide *yang namanya sampe sekarang gak aku ketahui* dan headlamp si mas. Kalian harus nunduk ekstrim untuk bisa melewati celah goa. tasku aja udah kaya apaan tau pas keluar dari sini. Kotooor banget haha. Goa ini lebih gak aku saranin lagi buat kalian, terutama wanita karena medannya berat gaes. Aku aja ini cuma sampe ke pos dua, belum sampe ke ujung karena penerangan yang terbatas dan jalan yang jauh lebih ekstrim. Kalo kesana sama rombongan si aku mau :3

Penunjuk jalan Goa Pahawang

Penunjuk jalan Goa Pahawang

Seperti ini jalanan menuju sana

Seperti ini jalanan menuju sana

Ada turunannya. Warungnya sudah ter-abandon. Gak laku lagi

Ada turunannya. Warungnya sudah gulung tikaar. Gak laku lagi

Pintu masuk Goa

Pintu masuk Goa

Another side

Another side

Aku di pintu masuk Goa

Aku di pintu masuk Goa

Jadi itu perjalanan satu hari ku. Sebenernya rute yang aku lewati Goa Gudawang-Jasinga (mampir makan)-Maosoleum van Motman-Prasati Ciaruteun. Tapi berhubung aku malas untuk mempos part Goa Gudawang *banyak soalnya* aku jadi mundur hahaha. Kalian mau liat Jasinga? Check foto di bawah ini ya

Aku ke Jasinga! Heh nyari tempat makan

Aku ke Jasinga! Heh nyari tempat makan

Aku kira di Jasinga ada makanan tradisional gitu…tapi gak ada. Akhirnya aku makan KW-an nya kaefsi

Lotus Chicken

Lotus Chicken

Dekornya lumayan bagus haha

Dekornya lumayan bagus haha. Rasa lumayan lah

Abis makan kita memutuskan untuk solat dan mengunjungi tempat selanjutnya. Setelah Googling kita mau ke Maosoleum van Motman wkwkwk.

Tadinya mau sholat disini tapi gak jadi karena airnya mati :(

Tadinya mau sholat disini tapi gak jadi karena airnya mati ๐Ÿ˜ฆ Mesjid deket Jasinga ini. 3 km lah dari gang Goa Gudawang

How to get here :
Kalo naik kendaraan pribadi : dari dramag/bogor kota, arahkan kendaraan kalian ke arah Jasinga, luruuus aja ikutin jalan. dari Dramaga jaraknya kurang lebih 30 km. Nanti belok di daerah ini (gambar di bawah).
Kalo naik kendaraan umum : KRL-Angkot 03 dari sebrang stasiun menuju Laladon-Angkot ke Jasinga-Turun di Gang ini (gambar di bawah)-Lanjut mobil suzuki Carry dari depan Gang/Ojek

Ini patokannya. Letaknya di sisi kanan jalan.

Ini patokannya. Letaknya di sisi kanan jalan.

Jalanan disini agak kacau karena lagi pembetonan jalan. Jalan ini bisa nembus parung panjang lho.

Jalanannya lagi di beton dan masih penuh kerikil gitu. Tapi kalo udah jadi keren kok

Jalanannya lagi di beton dan masih penuh kerikil gitu. Tapi kalo udah jadi keren kok

Tiket Masuk : Tiketnya 15 ribu/orang. Sama guide si mas bayar 50 ribu hehe

Life lesson :
Sama si kaya life lesson aku di pos kemarin, butuh promosi dan perawatan lebih lagi deh. Sediain alat untuk caving juga oke. Intinya memang butuh perombakan si. Menurutku ini potensial lho secara ini gak jauh-jauh banget dari Jakarta. Kalian coba deh. Asal kalian bawa headlamp, baju yang sesuai, dan persiapan caving. Makanan minuman juga karena yang jualan disana, cuma jual minum. Kurang lengkap. Kalo kalian baca keterangan-keteranganku, kalian patuhi ya. Terutama yang wanita. Yang hal kusyukuri dari tempat ini, tempat ini bersih. Di dalam goa ya kotor karena kotoran kelelewar, tapi bersih dari sampah manusia hehe *secara sepi wkwkwk*. Daan semoga guidenya lebih ramah. Si abang yang jadi guide-ku galak banget. Jutek -___-”

Dan mau bilang makasi sama si mas yang udah ajak aku travel this city more. Semoga kita jodoh ya mas jadi bisa kemana-mana lagi. Makasi for give me another color into my life ๐Ÿ˜€

Si mas gak mau difoto haha

Si mas gak mau difoto haha

Dan entah kenapa aku memikirkan quotes ini (setelah gambar) wkwk

A bunch of mess

A bunch of mess

Don’t date a girl who loves travelling. She’s a bunch of mess. She wouldn’t mind her looks when she travels. She would explore a place and you’ll be overwhelmed to catch her. She won’t be your kind-of-good-partner-in-selfie. But, deep inside her heart, she would put you in a special place cause you accept her and let her tell about her journey. She will travel into your mind cause you know, she simply like you. And when she likes, she travel.

Quote dariku abaikan. Selamat ketemu di pos selanjutnya ya gaes.

I like taking a kind of bright sky

I like taking a kind of bright sky

Iklan

2 thoughts on “Jangan Lupakan Aku Gaes [3] : Goa Gudawang

  1. Sayang amat dapet guide yang jutek, untung aja pas ane ke sana mah dapet guide yang lumayan lah, meskipun pendiem tapi dikasih rute caving yang keren. Jadi nanti pas Goa Sipahang itu kita dapet rute yang airnya ampe seleher terus muncul di mulut goa yang lain. Haha, seru pisan dah!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s