Jangan Lupakan Aku Gaes [1] : Prasasti Ciaruteun dan Kebun Kopi

[Travel Report] Halo! Apa kabar gaes? Sehat kan ya? Hohoho di siang hari yang panas ini, aku ingin memberikan ulasan/ringkasan tentang beberapa tempat yang kurang populer di Bogor yang aku dan si mas sempat sambangi. Penasaran? Mari dikepo!

Jadi tanggal 5 september kemarin uhuk *tiba-tiba batuk* aku dan si mas mendadak memutuskan untuk melawat beberapa tempat yang mulai terlupakan oleh orang-orang di daerah Bogor. Kenapa terlupakan? Karena memang tempat ini tidak instagram-able wkwkwk. Yaa sedikit sudah usang si. Kurang promosi juga. Meengetahui ini, aku dan si mas langsung berencana untuk kembali mempopulerkan wisata ini lewat blog-ku. Semoga berhasil ya.

Tempat ketiga (?) yang aku datengin adalah prasasti yang ada di daerah Ciampea yaitu prasasti Kebun Kopi dan prasasti Ciaruteun. Prasasti ini prasasti peninggalan raja Purnawarman dari kerajaan Tarumanegara. Letak prasati ini ada di kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor.

Kalo kalian sampe di daerah ini, prasasti yang kalian lihat pertama kali yaitu prasasti kebun kopi. Prasasti ini ada di pinggir jalan, sedangkan prasasti Ciareteun letaknya di dekat permukiman warga, artinya kalian ahrus berjalan kaki terlebih dahulu untuk sampai disana. Langsung dilihat yuk.

Prasasti Kebun Kopi

Prasasti Kebun Kopi

A bit closer

Get closer

Kalau dari jauh seperti ini

Kalau dari jauh seperti ini

Prasasti ini ditemukan di kebun kopi makanya dinamakan kebun kopi. Setelah melihat ini, aku dan si mas langsung mencari prasasti Ciareteun. Waktu itu sepi banget haha -_-” Aku dan si mas mau nyerah untuk dateng. Tapi kemudian kita gak nyerah. Alhamdulillah di daerah situ ada pedagang warung yang mau nunjukkin how to get to Prasasti Ciareteun. And this is Prasasti Ciareteun

Tulisan di prasasti Ciareteun

Tulisan di prasasti Ciareteun

Prasasti Ciareteun

Prasasti Ciareteun

IMG_20150905_160154

Nah kalo kalian di pager, kalian cuma bisa dapet foto ini. Hehe waktu itu kebetulan si mas bisa masuk haha

Prasasti ini dipager dari jauh gitu. Jadi kalo kalian mau mengambil foto sedekat ini, kalian harus menemui guide yaitu masyarakat sekitar karena tempat ini dikunci. Hehe waktu itu kebetulan si mas bisa masuk haha ^^v. Oh iya Prasasti Ciaruteun itu merupakan tapak kaki dari Purnawarman. Raja dari kerajaan Tarumanegara. Isi dari prasasti ini:

“Ini adalah (bekas) dua kaki Purnawarman, raja dari kerajaan Taruma, raja yang gagah berani di dunia”

How to get here:

Kalian arahkan kendaraan kalian menuju Ciampea Bogor. Ketika ketemu jalan di persimpangan Ciampea dan Leuwiliang, kalian ambil kiri. Disitu ada petunjuk jalan menuju Prasasti ini kok hehe 🙂 Kalian jangan ikutin G-Maps. Ikutin Waze aja soalnya peta G-Maps masih salah. Aku aja nyasar haha

Tiket Masuk :

Gratis. Bayar untuk parkir di warga sekitar aja. Aku parkir di warung jadi aku beli jajanan di warung itu dan bayar 10 ribu untuk parkir.

Life Lesson :

Di daerah ini kekeringan terjadi. Aku melihat banyk ibu-ibu yang harus berjalan jauh untuk mengambil air 😦 sedih deh. Mereka harus ke sungai Ciasadane. Gak heran mereka juga mandi di sungai itu. Aku baru pertama kali merasakan kekeringan yang nyata di kota hujan huhu. Sejak melihat hal ini, aku langsung bertekad untuk tidak membuang air hahaha. Kasihan melihat orang sekitar sini yang susah payah nyari air huhu. Smeoga hujan turun rutin di Bogor ya :)) Amin. Maaf aku belum bisa melakukan apa-apa.

Sungai Cisadane yang mulai mengering

Sungai Cisadane yang mulai mengering

Airnya kering gaes :(

Airnya kering gaes 😦

Dan aku merasa wisata ini dilupakan 😦 sudah sepi. Aku berharap Pemda Bogor bisa mempromosikan ini lebih baik. Menurutku, bentuk menghargai sejarah adalah mengunjungi tempat-tempat atau situs bersejarah. Hehe bentuk mudahnya. Untuk kalian yang pacaran juga ini adalah salah satu penyegaran. Daripada lihat yang cantik-cantik di mall dan menyebabkan pertengkaran, mending liat yang tua-tua dan gak bergerak kan haha.

jangan-sekali-sekali-meninggalkan-sejarahjas-merah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s