Gak Usah Jauh-Jauh ke Venezuela, Bogor juga Punya Kok!  

Prolog

Halo. Apa kabar? Apapun kabarmu, semoga kabarmu tidak serumit penelitianku #sengajacurhat hahaha.

Aku yakin diantara kalian yang menjadi stalker/readerku *kaya punya aja*, memikirkan tentang Venezuela membutuhkan kerja keras tersendiri. Kalo aku nih, disebut kata Venezuela, otakku yang mulai lupa tanggal dan semua pelajaran memikirkan 3 persepsi. Persepsi tentang Venezuela yang kutebak adalah

1) Minyak. As we know, it produces thousand barrels oil everyday.

2) Beautiful girl. Latina girl in specific. Because it is gifted with well-tanned skinned woman with beautiful hair and amazing body.

3) Air terjun, karena air terjun tertinggi ada di Venezuela.

Apapun yang kalian pikirkan tentang Venezuela, yang kupirkan itu dan aku berharap semoga terlintas di neuron kalian tentang nomer 3 (karena kalo enggak aku makin gagal sedemikian rupa dalam membuat prolog haha). Yup air terjun. Aku merelasikan Venezuela dengan air terjunnya, that’s why judulnya seperti itu haha. Kalo Venezuela punya air terjun tertinggi di dunia, Bogor punya Curug terbanyak di Indonesia #semaunyaaja wkwkwk. Jadi kalian gak usah jauh-jauh ke Venezuela. Liat aja curug-curug di Bogor. Udah mirip kaya di Venezuela. Semua temenku setuju kok kalo air terjun gitu-gitu aja. Yaa  meskipun gak setinggi disana, tapi Bogor punya banyak air terjun. Bisa jadi referensi untuk merasakan sensasi Venezuela. Hahaha… (aku tau, aku maksa T_T. abis buntu untuk buat judul yang memancing kalian baca blog aku #miris).

Inti

Aku merasa bahwa kemampuanku membuat prolog semakin gagal. Jadi langsung ke inti aja ya. Intinya juga ga membaik. Hahahaha yang penting aku memnuhi rasa ingin tahu kalian terhadap gairahku! (gairah itu passion. Passion itu definisnya sudah kudefinisikan. Jangan lupa!)

Jadi aku diajak si mas untuk jalan-jalan bareng sahabat-sahabat dia (biasanya aku manggil mereka geng. Mungkin di kalimat lain aku manggil mereka geng biar mudah. Kalau terkesan masih abege, kalian juga melakukan hal yang sama dengan teman-teman kalian kok meskipun dengan istilah yang kalian jauhkan dari istilah geng J ). Si mas bilang mau ke curug. Jujur aku engga tau apa-apa tentang curug yang si mas maksud. “ke curug yuk minggu depan. Curug di Gunung Salak pokoknya. Aku juga gak tau persisnya” dengan informasi hanya sekalimat ini aku langsung ngangguk histeris. Udah kaya diajak nikah. Maklum aku sudah terlalu lama berkutat dengan penelitianku namun tetap belum menemukan jalan wisuda yaa semacam pening pala Barbie dan butuh hiburan gitu #sengajacurhat #abaikandramaini.

1. Coba kasih penjelasan yang jelas tentang lokasinya. Aku gak paham ndah!

Setelah jam menunjukkan pukul 08.00 yaitu tepatnya 08.30 (aku dan si mas yang paling telat wkwkwk) kita semua kumpul di BNI. Terus dengan berdoa seadanya kita jalan naik motor. ada 4 motor dan Cuma si Cindo doang yang sendirian. Padahal sih ga jomblo. Cuma keadaan memaksa dia jalan sendirian. Hahaha.

Jalannya gak rumit kok. Kalau kalian dari antah berantah cara kesana adalah :

Kalian pilih akses tol jagorawi lalu keluar di exit tol Bogor. Kalo kalian lewat jalur puncak, arahkan kendaraan kalian ke Bogor. Dari Bogor, arahkan kendaraan kalian ke Dramaga/Jasinga. Sepanjang persimpangan jalan kalian bisa dengan mudah menemukan tulisan Dramaga. Itu jantungnya Bogor. Kalo gak ada Dramaga, gak ada kehidupan di Bogor!! *gak bener*Cuma hoax*. Kalo semisal kalian sial banget nih G-Maps kalian mati, inget-inget nih tulisanku untuk mencapai dramaga (curug di Gunung Salak Endah bukan di Dramaga, tapi patokannya Dramaga aja biar gampang. Tempatku bermukim sementara. Karena start awalku dar Dramaga).

Jadi dari exit Tol Bogor, kalian luruus aja sampe ketemu lampu merah. Dari lampu merah, ambil kanan. Setelah itu kalian lurus. Kira-kira 50-100 m kalian ketemu tugu kujang dan lampu merah. Lurus aja dari sana. Setelah lurus kira-kira 200 m, belok kiri. Setelah itu kira-kira 400 m, ada lampu merah lagi. Kalian ambil kiri. Disana kalian menemukan istana presiden, tempat Pak Jokowow bermukim. Menyebabkan anak sekolah di Bogor harus melek barengan sama ayam. Hahahaha *sebentar lagi aku akan merasakannya juga*. Nah dari situ kalian lurus. Disana kalian akan dikepung angkot. Tetep lurus. Abis itu kalian akan menemukan lampu merah. Di lampu merah itu ambil kanan. Kalian akan disambut rangkaian angkot hijau yang dengan santainya berdiam diri di setengah bahu jalan menunggu penumpang dari stasiun. Seperti pameran padahal ngetem. Selanjutnya kalian tetep aja lurus. Jangan belok biarpun ada belokan. Lurus sampe kalian ketemu tanjakan yang sampingnya hutan-hutan. Kalian ambil kanan di persimpangan itu. Hati-hati persimpangan itu gak dilengkapi lampu merah, jadi kalian focus untuk ke kanan biarpun di kirinya ada sop duren lodaya :p hahahaha. Dari kanan, kalian lurus. Bener-bener lurus aja. 5 km dari sana, kalian akan sampai di Dramaga. Inget ya, lurus aja. Kalian akan dipertemukan dengan kemacetan tanpa waktu, tetep jalan pokoknya.

Kalo kalian nurut dan inget penjelasanku, kalian akan sampai di Dramaga, Bumi Kampus IPB. Wkwkwk yaa di depan Dramaga ada tulisan itu. Dari Dramaga cara ke GSE singkatan Gunung Salak Endah gak susah kok. Kalian lurus aja dari kampusku. Sampe ketemu pertigaan gede kalian ambil kanan ya . Kalo lurus kalian ke gunung munara (my next trip dengan si mas Insyaalloh). Kira-kira 200 m dari sana, kalian akan ketemu belokan ke kiri, kalian ambil kiri. Di belokan itu diberi petunjuk gunung Bunder. Sebenernya Gunung Bunder bisa diakses dari Cibungbulang, tapi kejauhan meski jalannya lebih bagus. Jadi kalian ambil jalur ini aja.  Dari sana, GSE berjarak kurang lebih 10 km. kalian ikutin jalan aja. Luruuuuus aja. Kalo ada pertigaan ambil lurus.

Ini kampusku! Kalo liat ini tandanya kalian di Dramaga :D

Jalanan dari Dramaga menuju GSE. Ini daerah Cinangneng

WP_20150317_08_54_27_Pro

WP_20150317_09_24_12_Pro

Pesan Penulis : Sabar-sabar kalo jalanannya rusak. Yellow aja (motor si mas) sampe harus ditambel bannya. Gak kuat menghadapi dosa jalanan *preeet*

2. Akan kupraktekkin nanti ndah! Sekarang, coba ceritakan bagaimana keadaan disana!

Disana keren banget. Aku seneng banget disana. Aku gak berhenti zikir liat alam yang tersaji. Indaaah banget. Banget deh. Sukaaa. Hijaaau. Dari perjalanan yang deket-deket sama gerbang masuk taman nasionalnya aja, udah indaaah. Pohon pinus, udara yang bersih, langit yang gak kesensor indahnya udah tersaji semua. Aku bersyukuuur banget bisa punya mata yang liat ini semua. Subhanalloh….. Aku berharap udah nikah sama si mas waktu itu. Jadi aku bisa double bersyukur karena bisa kesana sama suami yang aku suka banget #sengajacurhat.

Gunung Salak Endah itu semacam komplek wisata. Terdapat beberapa wisata curug, Kawah Ratu (sudah masuk ke next trip hahaha), pemandian air panas, dan bumi perkemahan. Aku sama si mas pas masuk, kaga mikir mau kemana hahaha. Oh iya, tiket masuk kesana 20.000 rupiah untuk satu motor. Mobil aku gak tau. Tapi di tempat curug lain harus bayar lagi. Jadi dengan tidak (masih) ada tujuan kita jalan aja menyusuri jalanan. Jalanannya agak rusak. But who cares when nature provide you with super  extreme green tall trees? With super refreshing air and damn clear skies. Kita bahkan sempet berhenti untuk foto-foto di hutan pinus mini. Ga sebesar di Pancar sih, tapi bagus ko. Kita foto-foto ala-ala jaman sekarang. Hahaha. Saying banget si mas gak mau berhenti untuk foto di spot yang Instagramable gitu. Wkwkwk.

Tiruannya Pancar! Bagus kaan

Tiruannya Pancar! Bagus kaan

Aku :3

Aku :3

Aku dan Si mas

Aku dan Si mas

Setelah foto-foto kita menemukan lokasi untuk dikunjungi, yaitu curug Cigamea. Selain karena jarak jalannya Cuma 1,5 km, kata orang tambal ban emang itu recommended. Jadi lah kita kesana. Untuk jalan kesana, kita akan digoda oleh pintu masuk curug yang lain. Tadinya mau ke curug seribu, tapi berhubung 3,5 km, kita urungin niat. Soalnya gak ada persiapan untuk hiking jauh-jauh. Next trip lah kita akan kesana. Si mas udah setuju juga. Jadi setelah jalan kira-kira 5 km dari gerbang masuk, kita akan bertemu dengan curug yang kita tuju. Jalan kesini seru kok. Gak ngebosenin biarpun meliku. Baguuus. So this is curug Cigamea.

Curug Cigames sendiri terdiri dari dua curug. Ada curug pertama, yang desainnya lebih rumit dan curug kedua yang meliuk indah dengan lagoon yang terlihat dalam. Kedua curug ini tetanggaan. Baguuus. You have to see this

Jalanan menuju curug Cigamea

Jalanan menuju curug Cigamea

Taken with Lumia Selfie

Taken with Lumia Selfie

Curug Pertama

Curug Pertama

Curug Kedua di samping curug pertama

Curug Kedua di samping curug pertama

IMG_20150317_121338

OOTD. Tops : Clowor. Pants : Tira. Bag : Marie Claire. Shoes : nike. Scarf : unknown

WP_20150317_12_02_36_Pro

IMG_20150317_115449

Aku dan mas. Sepakat untuk jadiin ini one of pictures in wedding (amin amin)

Si mas

Si mas

Selfie dulu

Selfie dulu

IMG_20150317_114604

Full teamnya si mas

Sehabis puas menikmati ‘Blue Lagoon’ abal-abal dan air terjun yang dikasi double, kita menggalau dulu di bawah air terjun untuk menentukan langkah selanjutnya (berasa mau menyelamatkan anggota geng gitu).  Cindo kali ini bawa ide lumayan seru, kita terapi ikan. Kata dia “gue belom penah terapi ikan. Tadi di atas gue liat terapi ikan. Cobain yuk” jadi setelah diskusi sebentar, kita putuskan untuk terapi ikan. Karena hari masih setengah hari, aku juga ikut-ikutan kasi ide untuk ke tempat lain. Berharap disetujuin. Dan ternyata mereka gak mau rugi juga. Jadi deh kita sepakat buat jalan-jalan lagi. Seneeeng banget. Setelah liat peta 10 menit dengan dibumbui perdebatan kecil (pret), kita sepakat ke pemandian air panas. Pertimbangan kita cuma dari jarak aja kok. Hahaha. So let’s start the second journey!

IMG_20150317_130220

Terapi Ikan. Geli banget sumpah. 5000 sepuasnya

WP_20150317_13_40_32_Pro

Mau dimana aja Makanannya tetep indomie waeh

WP_20150317_14_46_39_Pro

Si mas di depan mesjid. Jadi imamku nanti deh ya mas 😀

WP_20150317_14_40_29_Pro

Interior mejid nya 😀

 

Setelah sholat. Kita lanjutin untuk ke pemandian air panas. Let’s check it out! Jarakmya cuma 200 m dari mesjid tempat kia sholat. Disini pemandian air panasnya gak sebagus di ciater atau drajat pass. Cuma kolam buatan gitu. Dan kalo mau mandi di kolam ktia harus bayar 5000 lagi. Di luar dari tiket masuk 7500. Harga parkirnya 5000. Cukup kecewa sih. Kita bayar 7500 cuma buat liat sungai dan air panas di pancuran gitu. Aku gak foto kolam dan air panasnya. Yaa airnya emang panas. Aku ikutan nyebur. Lumayan lah….

Dari mesjid tinggal lurus aja. 200 m dari mesjid ketemu gerbang ini kok

Dari mesjid tinggal lurus aja. 200 m dari mesjid ketemu gerbang ini kok

Pemandangannya gak kuaat

Pemandangannya gak kuaat

Yang menarik justru sungainya menurut aku

Yang menarik justru sungainya menurut aku

Sungainya bagus. I really like it. hahaha noraak

Sungainya bagus. I really like it. hahaha noraak

WP_20150317_16_28_40_Pro

Aku sok candid gitu

Aku sok candid gitu

IMG_20150317_162950

Tebak si mas yang mana!

Epilog

Selesai kita main air dengan yang anget, kita pulang. Jalan pulangnya milih jalan belakang. Nembus di cibungbulang kayanya. Bagus. Kita masih disuguhin Gunung salak yang gak disensor. Overall tempat ini worth banget dikunjungi. Hijaaau banget. Dingin lagi. Aku seneng lama-lama disini. sayangnya aku gak bisa ngobrol banyak sama orang sekitar. Mungkin karena aku gak lama-lama disini juga dan sepi. Anyway i really am glad to see this. This is just beautiful :D.

Aku seneng ada disini dan berharap bisa explore semua curug dan kawah ratu meskipun curug gitu-gitu aja bentuknya 😀

Di perjalanan pulang kita disuguhin ginian. Bagus banget

Di perjalanan pulang kita disuguhin ginian. Bagus banget

Ini juga!

Ini juga!

WP_20150317_19_22_49_Pro

Abis pulang, makan seperti biasa, di SS 😀

Pesan Penulis : Beberapa foto di set up lebih besar menurut subjektifitas penulis hahaha

*****

Kalian bisa juga nih kepo tentang air terjun lain di Bogor yang udah aku tulis. Cek di bawah ini :

LeuwiHejo

Wisata Curug Sentul (2) : Hadiah Setimpal dari Curug Hordeng dan Curug Kembar

Iklan

2 thoughts on “Gak Usah Jauh-Jauh ke Venezuela, Bogor juga Punya Kok!  

  1. Nice review ndah, For the photography, i recommend you to take some “human interest”: object in the location. Maybe some native portrait, or some local activity, it will add strong feel to the story.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s