Yuk, Jadi Pejalan!

[Opini]

Kamu mau jadi apa? Kalo aku sih salah satunya mau jadi pejalan

“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka memiliki hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau memiliki telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” Q.S Al-Hajj [22] : 46

Aku ingin menjadi pejalan yang serius untuk belajar. Ndah belajar di kampus bukan di jalan? Tapi aku kekeh belajar ga harus di kampus kok.

Pelajaran paling berharga menurutku adalah pengalaman melihat alam serta penghuninya secara langsung dan berkecimpung dengan segala urusannya dalam konteks negatif maupun positif.

Aku ingin belajar dari alam. Seperti di postku sebelumnya. Bertemu orang baru, berzikir menyebut nama-Nya untuk segala Ke-Maha Hebatan-Nya sebagai arsitektur terhebat semesta, dan belajar dari masyarakat setempat. Merupakan suatu keberuntungan untuk kita yang masih memiliki kesempatan dan kemampuan untuk menjadi pejalan.

Oke kamu ingin menjadi pejalan. Pejalan seperti apa? Banyak tau jenis pejalan. Ceritakan lebih detail!

Daerah yang ingin aku jelajahi tidak terbatas. Kalau kesempatan dan kemampuan tersedia, melancong ke Alaska dan Kutub Selatan tidak menjadi masalah. Yang aku fokuskan mungkin daerah tempatku meninggalkan jejak. Aku ingin fokus dalam mengeksplor suatu tempat sehingga pelajaran yang aku dapatkan runut dan membuatku lebih paham terhadap daerah tersebut untuk mengambil hikmah. Aku memutuskan untuk mengeksplor Jawa Timur terlebih dahulu. Tahun ini! Provinsi itu eksotis dengan beragam panorama alam dan kemutakhiran manusia di dalamnya. Sangat menarik!

Aku ingin menjadi pejalan yang tidak terkungkung harus menggunakan backpacker atau koper. Fleksibel aja. Ketika nanti aku punya anak, aku rasa aku harus menggunakan koper tapi selagi aku belum terdaftar di KUA manapun, aku lebih memilih backpack atau carrier sebagai tempatku membawa bawaan. Alasannya karena tas ini manis dan aku jatuh banget sama tas jenis ini. Menurutku mereka lebih sweet dengan ketidaksweetannya dan sederhana dengan kesederhanaannya. Intinya ini self preference aku aja. Ga selamanya kok membawa koper ribet. Terbukti ketika kita ikut travel dan rela mengeluarkan uang lebih untuk membayar kenyamanan. Intinya menurutku hanya self preference. Bukan untuk menunjukkan pejalan sejati ya dengan backpack. Menurutku, pejalan sejati adalah pejalan yang dapat mengambil hikmah terbaik dari setiap perjalanannya dan menjadi hal itu pelajaran paling berharga untuk membuat dirinya menjadi lebih baik lagi dan lagi *sok oke banget*timpuk duit*.

Hal yang ingin aku lakukan dalam edisi berjalanku ada beberapa hal.

  1. Mengucap syukur di tiap kesempatan ketika masterpiece Alloh terpampang nyata tanpa sensor di hadapanku. Sangat amat bersyukur dengan nikmat dan kesempatan yang diberikan.
  2. Mengambil gambar terbaik dengan kamera yang belum diputuskan. Untuk arsip pribadi dan arsip orang lain. Untuk menginspirasi dan diinspirasi. Untuk promosi dan kenangan.
  3. Belajar. Dengan berinteraksi dengan orang sekitar. Dengan bertanya. Dengan mengamati. Dengan mencari. Dan dengan bersyukur. Insyaalloh aku ingin mendapatkan pelajaran terbaik di tiap perjalanan.
  4. Meminimisasi penggunaan handphone kecuali untuk berfoto dan hal penting. Sepertinya aku sangat sependapat bahwa smart phone dapat menghambat interaksi, pencarian, pengamatanku terhadap daerah sekitar. Jadi aku ingin membebaskan diri dari smart phone. Agar proses pembelajaran berjalan lebih efektif.
  5. Menghormati alam dengan tidak mengotori, meninggalkan jejak tak terpuji, dan hal lain yang sifatnya memancing emosi alam.
  6. Terakhir, aku mencatat segala yang ingin aku catat pada buku jurnal kecil dari orang special di hidupku.
  7. Dan aku ingin menjadi pejalan yang nekat. Karena kalo mengutip one of my inspirational person, jalan-jalan itu harus diniatkan dan dinekatkan.

Untuk tahun ini, aku ada beberapa list jalan-jalan yang mau aku jelajahi. setidaknya aku sudah melakukan yang dikatakan niat.

Round one : Explore Bogor

Sebagai daerah temporerku, kota yang selalu direlasikan dengan talas ini harus dijelajahi lebih jauh. Penjelajahanku meliputi Hidden Paradise berupa gunung-gunung tersembunyi di kabupaten Bogor. Rencanaku adalah cari massa tiap weekend. Semoga bisa. Apa engga menculik yang mau diculik haha. Berikut listnya.

1) Gunung Munara
2) Gunung Kapur Ciampea
3) Gunung Pongkor
4) Daerah Ciampea, Leuwiliang, dan Jasinga kesana terus
5) Masih dicari (?)
6) Kampung Budaya Sindang Barang
7)Bukit Cihideung

Tujuan muliaku satu, aku ingin orang mengenal bogor lebih dari puncak, lebih dari macaroni panggang, lebih dari lapis bogor dan talasnya. Aku ingin pariwisata Bogor menjadi ancaman utama Bandung dan kota lain. Hahahahaha meskipun aku bukan orang Bogor, tapi kota ini worth untuk dikunjungi.

Round two : Muterin Banyuwangi yang Keren Stadium 3 (?)

Untuk Banyuwangi, spot kerennya banyak banget dan harus pake banget kesana. Khusus Banyuwangi, aku niatin Agustus kesana. Yang ikut belum pasti banget. Aku harus menabung untuk ini. Intinya khusus Banyuwangi, udah aku bener-bener niatin Agustus harus berangcut.

Round three : Semarang dan Keindahannya

Untuk ini, khusus menggunakan koper karena aku bakal eksplor bareng ibu. Coolest place with mom! I will be first time travel guide. Dari semua trip, trip ini yang paling aku siapin karena sama si emak. Kalo waktuny ga pas, infonya ga lengkap, bisa nyesel kesini. So dari sekarang udah mulai aku siapin daerah-daerah untuk jajahannya 😀

Round four : Oh, my forgotten city, Jakarta!

Kampung sendiri dilupain. Ada apa di jakarta? Lagoon dengan air berwarna coklat keruh yang tiba-tiba muncul di awal januari-awal maret? Atau pameran mobil dan motor di hampir semua jalanan disana tiap pagi dan sore hari kecuali minggu sore? Atau langit yang dicakar-cakar oleh gedung? Menurut kamu apa yang kamu bakal temuin di kota yang sudah carut marut itu? Jawabanku, harapan *azek*sok bijak*sok aneh*sok-sokan* Jakarta masih worth dikunjungin, buatku. Ada apa disana?

1) Taman Mangrove di PIK. Itu adalah bucket list favorit tahun ini yang entah kapan jadi kenyataan. Mau banget liat usaha orang jakarta yang udah mulai melestarikan mangrove. Menurutku, worth banget untuk dikunjungi dan yap. Let’s study at there.
2) Museum yang lusinan jumlahnya. Kalo museum di TMII aku udah, secara namaku dipake disana haha *kreeesssss*garing* tapi jujur museum di kota tua belum semuanya terjamah. Aku juga ngicer banget museum kebun di Kemang. Museum yang tersebar acak juga menjadi inceranku termasuk patung proklamasi. Aku mau belajar dari sana. Aku ga bisa mendebat kalimat bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pahlawannya ya semacam itu lah kalimatnya. Duh infoku ga akurat banget sih.
3) Tempat makan taiwan dessert yang lagi “masuk” banget kaya Hong Tang dan kawanan sejenis. Aku mau banget kesana dan mencicipi apa yang dicicipi jakarta citizen itu. Sejujurnya, niatku adalah membangun indonesian dessert house sejenis Hong Tang. Tapi aku masih harus belajar.
4) Mall di Jakarta. Mall di Jakarta yang belum aku kunjungin banyak banget dan pada intinya mall gitu-gitu aja. Tapi eitts. Aku mau belajar tentang bagaimana mall itu beroperasi dan hal semacamnya. Aku ingin menhadu retailer sebenernya. Tapi khusus untuk produk khas Indonesia. Entah apa produknya.

Jadi ini bucket list-ku tahun 2015. Alhamdulillah aku udah menyelesaikan trip ku ke Batu, Malang. Untuk cerita perjalananku, akan aku rangkum nanti. Hehehe aku harap aku ga menunda lagi karena post ini kutunda selama satu minggu penerbitannya *Damai*

p.s round yang ditulis tidak berdasarkan urutan pergi. Tapi berdasarkan urutan tempat yang terbersit di pikiranku. Ingat kan perjanjiannya, bahwa aku sangat random dan belum ada yang bisa menteraturkan kerandomanku :p

Semoga tidak hanya berakhir di Ittenary. Aku ingin berusaha dijauhkan dari kata ‘hanya pewacana’ dan semakin didekatkan dengan ‘peneksekusi sejati’ 🙂

Iklan

One thought on “Yuk, Jadi Pejalan!

  1. Sip mbak! Jadilah pejalan yang bertanggung-jawab, dengan menjaga kesopanan, mentaati peraturan, tidak merusak alam, dan yang terpenting membuang sampah pada tempatnya, hahaha 😀

    Klo aku pelajaran unik dari perjalanan itu diperoleh dari… tulisan di pantat truk.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s